Terkini, Jakarta — Prestasi atlet bulutangkis Indonesia di ajang Singapore Open 2026 menjadi bukti nyata keberhasilan proses regenerasi yang tengah dijalankan oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Turnamen level BWF World Tour Super 750 tersebut menghadirkan capaian membanggakan dari pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta tunggal putra muda Alwi Farhan.
Pasangan Fajar/Fikri berhasil melangkah ke partai final setelah menyingkirkan wakil Tiongkok, Liang Wei Keng/Wang Chang, dengan skor 23-21 dan 21-4 dalam pertandingan berdurasi 37 menit.
Hasil tersebut menjadi pencapaian penting karena merupakan final pertama yang diraih pasangan tersebut di level BWF World Tour Super 750 sepanjang musim 2026.
Sementara itu, Alwi Farhan mencatatkan torehan bersejarah dengan menembus babak semifinal.
Meski gagal melaju ke final, pencapaian tersebut menjadi hasil terbaik dalam kariernya di turnamen level Super 750 dan menunjukkan potensinya sebagai salah satu harapan masa depan bulutangkis Indonesia.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menilai keberhasilan para atlet Indonesia di Singapore Open 2026 mencerminkan hasil positif dari program pembinaan dan regenerasi yang terus dilakukan oleh PBSI.
"Keberhasilan Fajar/Fikri menembus final serta pencapaian Alwi Farhan yang mampu bersaing hingga semifinal menjadi bukti bahwa proses regenerasi atlet bulutangkis Indonesia berjalan dengan baik dan terus menunjukkan hasil yang positif," ujar Okki dalam keterangan resminya.
Menurutnya, capaian tersebut bukan hanya hasil dari satu turnamen, melainkan buah dari proses pembinaan jangka panjang yang dilakukan secara konsisten.
Sejak menjalin kemitraan strategis dengan PBSI pada 2021, BNI terus memberikan dukungan terhadap pengembangan talenta bulutangkis nasional, mulai dari pembinaan atlet usia muda hingga penguatan ekosistem olahraga yang berkelanjutan.















