Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa penyelenggaraan IGS merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat jejaring internasional sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
“Penyelenggaraan IGS merupakan bagian dari strategi promosi terpadu Kota Makassar kepada komunitas diplomatik internasional,"ujarnya.
"Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat memperluas jejaring kerja sama internasional, meningkatkan perdagangan dan investasi, serta memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu gerbang ekonomi kawasan Timur Indonesia,”sambung orang nomor satu di Makassar ini.
"Kehadiran para diplomat dan pelaku usaha dari berbagai negara di Makassar diharapkan mampu menghasilkan kerja sama konkret yang berdampak pada peningkatan investasi, pertumbuhan ekonomi, dan penciptaan peluang usaha baru bagi masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Ani Nigeriawati, mengatakan bahwa IGS diharapkan menjadi pintu masuk bagi terjalinnya kemitraan yang berkelanjutan antara Makassar dan mitra internasional.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai ajang promosi, tetapi menjadi pintu pembuka bagi Kota Makassar untuk semakin dikenal dunia sebagai gerbang ekonomi Kawasan Indonesia Timur,"tuturnya.
"Melalui IGS, kami ingin mempertemukan potensi daerah dengan jejaring diplomatik dan pelaku usaha internasional sehingga peluang kerja sama di berbagai bidang dapat terjalin dan memberikan manfaat nyata bagi Indonesia,” kata Ani kepada awak media di Makassar, Senin 22 Juni 2026.
Sebagaiman diketahui, Indonesia Gastrodiplomacy Series sendiri merupakan program unggulan Kementerian Luar Negeri RI yang memanfaatkan kekayaan kuliner Nusantara sebagai instrumen diplomasi lunak (soft power diplomacy).
Selain mempererat hubungan antarbangsa, program ini juga menjadi sarana efektif untuk membuka peluang kerja sama di bidang investasi, perdagangan, dan pariwisata.
Melalui penyelenggaraan IGS 2026, Makassar tidak hanya memperkenalkan cita rasa dan kekayaan budayanya kepada dunia, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan investasi di Kawasan Timur Indonesia yang semakin diperhitungkan di tingkat global.















