Telkom Tuntaskan Streamlining 10 Entitas, Percepat Transformasi Menuju Strategic Holding

Telkom Tuntaskan Streamlining 10 Entitas, Percepat Transformasi Menuju Strategic Holding

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menuntaskan penyederhanaan atau streamlining terhadap 10 entitas anak usaha sepanjang semester pertama 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi transformasi TLKM 30 untuk membangun struktur organisasi yang lebih ramping, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai.

Streamlining juga menjadi bentuk dukungan Telkom terhadap aspirasi penyederhanaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diamanatkan Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN.

Dalam strategi transformasi TLKM 30, streamlining merupakan salah satu dari empat pilar utama yang berfokus pada penataan portofolio bisnis.

Strategi tersebut dijalankan melalui optimalisasi entitas usaha, harmonisasi bisnis yang tumpang tindih, serta divestasi terhadap bisnis non-core atau di luar bisnis inti perusahaan.

Melalui inisiatif tersebut, Telkom menargetkan terciptanya efisiensi operasional sekaligus memperkuat fokus penggunaan belanja modal untuk pengembangan bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital.

Penataan portofolio dilakukan melalui tiga skema utama, yakni divestasi, merger, dan likuidasi. Langkah tersebut diharapkan menghasilkan struktur grup yang lebih ramping, memperjelas peran setiap entitas, serta mempercepat transformasi Telkom dari Operating Holding menjadi Strategic Holding.

Transformasi tersebut menggunakan model Holding Company-Operating Company atau HoldCo-OpCo yang diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan nilai secara berkelanjutan.

Dalam struktur baru tersebut, Telkom sebagai HoldCo akan berfokus pada pengelolaan portofolio, penguatan tata kelola, penciptaan sinergi, serta optimalisasi nilai antarsegmen bisnis.

Sementara itu, aktivitas operasional dijalankan secara lebih spesifik oleh OpCo pada segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International Business.