Terkini, Jakarta — Kiprah putra Sulawesi Selatan di panggung nasional terus menunjukkan jejak yang semakin luas. Sejumlah tokoh asal Sulawesi Selatan kini dipercaya menempati posisi strategis di jajaran dewan komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN), anak usaha BUMN, hingga perusahaan yang berada dalam ekosistem korporasi negara.
Mereka tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari pertambangan, industri semen, perkebunan, pangan, telekomunikasi, hingga pengembangan energi bersih.
Latar belakang mereka pun beragam. Ada yang berasal dari kepolisian, politik, birokrasi, akademisi, kedokteran, komunikasi, hingga kalangan profesional korporasi.
Kepercayaan tersebut memperlihatkan bahwa figur-figur asal Sulsel semakin diperhitungkan dalam struktur pengawasan dan pengambilan keputusan strategis di sejumlah perusahaan nasional.
Dewan komisaris memiliki posisi penting dalam tata kelola perusahaan. Selain menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan direksi, komisaris juga berperan memberikan nasihat, pandangan strategis, serta memastikan perusahaan berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
Berikut terangkum ada delapan putra Sulsel yang dipercaya menduduki kursi komisaris:
1. Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si.
Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si. tercatat sebagai Komisaris PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID.
Fadil Imran merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri.

Jenderal bintang tiga tersebut pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur, Kapolda Metro Jaya, hingga Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.
Kini, kiprahnya juga menyentuh sektor korporasi negara melalui posisinya sebagai komisaris di holding industri pertambangan Indonesia.














