Putra Sulsel Makin Diperhitungkan, Ini 8 Tokoh yang Duduki Kursi Komisaris di BUMN dan Anak Usahanya

Putra Sulsel Makin Diperhitungkan, Ini 8 Tokoh yang Duduki Kursi Komisaris di BUMN dan Anak Usahanya

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Rekam jejak panjang di bidang pendidikan pemerintahan kemudian membawanya masuk ke jajaran komisaris PT LPP Agro Nusantara.

PT LPP Agro Nusantara, yang sebelumnya dikenal sebagai Lembaga Pendidikan Perkebunan, merupakan perusahaan dalam ekosistem BUMN perkebunan yang berpusat di Yogyakarta.

Didirikan pada 1950, perusahaan tersebut bergerak dalam pengembangan sumber daya manusia dan konsultasi manajemen.

Layanannya mencakup pelatihan, asesmen, sertifikasi, konsultasi, hingga bisnis perhotelan dan MICE.

8. Muhammad Rachmat Kaimuddin, B.Sc., M.B.A.

Muhammad Rachmat Kaimuddin merupakan profesional asal Sulawesi Selatan dengan pengalaman panjang di bidang konsultasi manajemen, keuangan, investasi, korporasi, dan pemerintahan.

Saat ini, ia menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Sebelumnya, Rachmat pernah menjadi Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Putra Sulsel Makin Diperhitungkan, Ini 8 Tokoh yang Duduki Kursi Komisaris di BUMN dan Anak Usahanya
Prof. Dr. H. Andi Murtir Jeddawi, S.H., S.Sos., M.Si.

Rachmat memiliki latar belakang pendidikan internasional. Ia meraih gelar Bachelor of Science dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Master of Business Administration dari Stanford Graduate School of Business.

Karier profesionalnya mencakup sejumlah perusahaan konsultan dan investasi internasional, seperti Boston Consulting Group, International Finance Corporation (IFC), Quvat Management, hingga Baring Private Equity Asia.

Rachmat tercatat sebagai Komisaris PT Daya Energi Bersih Nusantara atau DENERA. Ia juga dipercaya menjabat sebagai Direktur PT Danantara Development Management Fund.