Selain menyediakan infrastruktur transaksi, BNI menghadirkan sejumlah program promosi dan penawaran bagi nasabah selama pameran berlangsung. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memberikan nilai tambah sekaligus mendorong penggunaan kanal pembayaran digital.
BNI juga memberikan ruang promosi kepada tiga UMKM binaan Program BNI Berbagi, yakni Kampoeng Laweyan, RB Wonogiri, dan RB Katingan. Ketiganya menempati area di samping Booth Puro Pakualaman.
Kehadiran UMKM binaan tersebut diharapkan memperluas eksposur produk batik dan kriya unggulan Indonesia, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Okki menuturkan, partisipasi BNI dalam Puspa Nuswantara 2026 juga menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung pelestarian budaya Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, BNI mendorong terciptanya ekosistem UMKM yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Dukungan terhadap UMKM tersebut juga sejalan dengan momentum delapan dekade BNI yang mengusung tema HUT ke-80 “Swadharma Bhakti Nagara”.
Tema itu menjadi refleksi komitmen BNI untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia, termasuk melalui pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi kerakyatan.
“Selama 80 tahun, BNI senantiasa tumbuh bersama Indonesia. Ke depan, kami akan terus memperkuat peran sebagai mitra finansial pilihan bagi UMKM melalui penyediaan solusi perbankan yang inovatif, perluasan akses pembiayaan, digitalisasi layanan, serta kolaborasi yang mampu menciptakan nilai tambah,” kata Okki.
Ia menambahkan, berbagai upaya tersebut diarahkan untuk mendorong UMKM Indonesia semakin kompetitif, naik kelas, hingga mampu menembus pasar global.
Sejalan dengan semangat melayani sepenuh hati, BNI menjalankan peran tersebut sebagai bagian dari sinergi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia dalam memperkuat sektor produktif, termasuk industri kreatif berbasis budaya.















