"Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka belajar sambil bermain sehingga lebih mudah memahami cara menyeberang, mengenal rambu lalu lintas, hingga pentingnya memakai helm saat naik sepeda motor. Kami berharap kebiasaan baik ini terus mereka terapkan di rumah maupun saat beraktivitas sehari-hari," ujar Diyana.
Edukasi Keselamatan Berlangsung Berkelanjutan
Program Hari Anak Nasional merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan AHM dalam membangun budaya keselamatan berkendara di Indonesia.
Sepanjang Semester I 2026, AHM bersama jaringan sepeda motor Honda telah memberikan edukasi keselamatan kepada 486.739 orang, yang terdiri atas 10.341 anak usia prasekolah, 146.173 pelajar, 150.307 pekerja, serta 179.918 masyarakat umum.
General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, menegaskan bahwa pembentukan budaya keselamatan harus dimulai sejak usia dini, bahkan sebelum seseorang menjadi pengendara kendaraan bermotor.
"Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan bahwa setiap anak berhak tumbuh, belajar, dan beraktivitas dengan aman. Melalui edukasi keselamatan sejak usia dini, kami ingin menanamkan nilai-nilai yang akan menjadi bagian dari karakter mereka hingga dewasa. Bagi kami, membangun budaya keselamatan bukan hanya melahirkan pengguna jalan yang lebih tertib, tetapi juga merupakan investasi untuk masa depan bangsa melalui generasi yang lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain," kata Andy.
Melalui edukasi yang melibatkan keluarga, sekolah, aparat kepolisian, serta dunia usaha, AHM berharap budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh menjadi kebiasaan masyarakat sejak usia dini. Langkah ini sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang lebih sadar akan pentingnya keselamatan di jalan raya.















