Terkini, Makassar – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Brigjen Pol. (Purn.) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, mengajak para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk menanamkan modal di Kalimantan Utara.
Ajakan itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) APINDO di Claro Makassar, Selasa 4 Agustus 2026.
Zainal mengatakan kehadirannya di forum tersebut merupakan undangan khusus dari Ketua DPP APINDO Sulawesi Selatan, Hardi Soehardi, untuk bertemu dengan Ketua Umum DPN APINDO Shinta W. Kamdani, para duta besar, serta pelaku usaha dari berbagai sektor.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan Kalimantan Utara sebagai provinsi baru yang memiliki potensi investasi besar dan masih terbuka luas bagi investor nasional maupun internasional.
"Saya menyampaikan puluhan peluang investasi di Kalimantan Utara. Yang penting investor serius, keamanan kami jamin, perizinan kami bantu, dan berbagai kebutuhan investor akan kami fasilitasi semaksimal mungkin. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk memperkenalkan potensi Kaltara kepada para pengusaha di Indonesia," kata Zainal.
Menurutnya, forum Rakerkonas APINDO menjadi tempat strategis untuk menjaring investor karena dihadiri pengurus APINDO dari seluruh Indonesia, anggota KADIN, Real Estat Indonesia (REI), asosiasi kontraktor, pelaku industri manufaktur, hingga berbagai asosiasi dunia usaha lainnya.
Perikanan Organik Jadi Unggulan
Dalam paparannya, Zainal menempatkan sektor perikanan sebagai salah satu investasi paling menjanjikan di Kalimantan Utara. Ia menyebut komoditas seperti udang windu, bandeng, dan kepiting bakau memiliki keunggulan karena dibudidayakan secara alami.
"Di Kaltara, bibit cukup ditebar di tambak tanpa diberi pakan buatan. Empat sampai lima bulan kemudian sudah siap dipanen. Ini menjadi keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain," ujarnya.
Selain perikanan, pemerintah juga membuka peluang investasi di sektor pertanian, perkebunan kakao dan kopi, hortikultura, peternakan, pembangunan rumah sakit, hotel, hingga perumahan bagi aparatur sipil negara yang terus bertambah seiring berkembangnya Kalimantan Utara sebagai provinsi baru.
Menurut Zainal, investor yang masuk lebih awal memiliki peluang besar menjadi pelaku utama karena persaingan usaha di berbagai sektor masih relatif rendah.














