"Kalau investor masuk sekarang, mereka belum memiliki banyak kompetitor. Ini menjadi peluang besar untuk berkembang bersama Kalimantan Utara," katanya.
Pariwisata dan Kekayaan Alam Masih Terbuka
Selain sektor ekonomi produktif, orang nomor satu di Kaltara ini juga menawarkan potensi pariwisata alam yang dinilai belum tergarap secara optimal.
Kalimantan Utara memiliki beragam destinasi wisata berupa air terjun, pemandian air panas, hingga kawasan hutan tropis yang masih alami.
Salah satu daya tarik yang diperkenalkannya adalah keberadaan pohon raksasa jenis Lembasung yang memiliki diameter sangat besar.
"Ada pohon Lembasung yang diameternya begitu besar hingga membutuhkan sekitar 21 orang bergandengan tangan untuk mengelilinginya. Potensi wisata alam seperti ini masih sangat banyak," ungkapnya.
APINDO Didorong Aktif Menarik Investor
Zainal menegaskan sinergi antara pemerintah daerah dan APINDO menjadi kunci percepatan investasi di Kalimantan Utara.
Ia berharap para pengusaha tidak hanya mengembangkan bisnisnya masing-masing, tetapi juga ikut memperkenalkan peluang investasi kepada calon investor lainnya.
"Kami terus berkomunikasi, berbagi informasi, dan memberikan motivasi kepada teman-teman APINDO agar ikut membantu pemerintah mencari investor. Saya sendiri sebagai gubernur juga terus menawarkan peluang investasi kepada berbagai pihak," jelasnya.
Kawasan Industri Hijau Jadi Magnet Baru
Keunggulan lain yang ditawarkan Kalimantan Utara adalah keberadaan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) yang dirancang menjadi salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dengan luas mencapai sekitar 30 ribu hektare.
Menurut Zainal, lokasi Kaltara yang berbatasan langsung dengan Sabah dan Sarawak, Malaysia, memberikan keuntungan logistik karena lebih dekat menuju pasar Asia Timur seperti Jepang, Hong Kong, dan China.














