Tiga Fokus Awal Riset AI
Dengan dukungan kemampuan riset multidisiplin UGM, himpunan data lokal, serta regenerasi peneliti dan mahasiswa, UGM Indosat NVAITC akan berfungsi sebagai pusat pengembangan solusi AI terapan.
Pada tahap awal, riset diarahkan pada sejumlah sektor yang dinilai strategis dan selaras dengan prioritas nasional.
Salah satunya adalah eNose-TB, teknologi screening berbasis AI yang dikembangkan untuk mendukung upaya penanggulangan tuberkulosis di Indonesia.
Selain kesehatan, pusat teknologi tersebut juga akan mengembangkan SmartAgri, solusi yang menggabungkan multimodal AI, edge computing, dan teknologi pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas serta ketahanan sektor pertanian di wilayah beriklim tropis.
Sementara itu, Tech4Disaster dikembangkan sebagai platform AI geospasial yang ditujukan untuk memperkuat kemampuan prediksi, mitigasi, dan penanganan bencana.
Ketiga proyek tersebut menunjukkan arah riset UGM Indosat NVAITC yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada pemanfaatan AI untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.
UGM Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Riset
Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., mengatakan UGM berkomitmen mendukung pengembangan AI Indonesia melalui pendidikan, riset, dan inovasi yang memberikan dampak nyata.
“UGM berkomitmen penuh mendukung ambisi AI Indonesia melalui pendidikan, riset, dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Ova Emilia.















