Terkini, Mataram — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram melakukan pengujian awal teknologi pengawasan visual berbasis computer vision untuk mendukung penerapan kawasan bebas rokok.
Pengujian tersebut dilaksanakan di Laboratorium Teknik Telekomunikasi, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Mataram.
Kegiatan ini menjadi tahap awal pengembangan sistem yang nantinya diarahkan untuk mendukung pengawasan area bebas rokok di Rumah Qur’an At-Tazkiyah (RQS) Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan pengabdian ini dikoordinasikan oleh Bulkis Kanata bersama tim dosen yang terdiri atas Rosmaliati, Abdullah Zainuddin, Supriono, dan Made Sutha Yadnya serta mahasiswa masing-masing Padlul Azmi dan Yusril Zamroni.
Dalam pengujian tersebut, tim memanfaatkan kamera Wi-Fi untuk menangkap aktivitas pada area yang dipantau secara langsung.

Rekaman video kemudian ditampilkan pada laptop dan diproses menggunakan teknologi computer vision untuk mengenali aktivitas yang mengindikasikan perilaku merokok.
Sistem Mampu Menandai Aktivitas Merokok
Hasil pengujian awal menunjukkan sistem telah mampu memberikan penanda visual terhadap aktivitas yang terdeteksi sebagai merokok.
Pada layar pemantauan, aktivitas tersebut ditampilkan menggunakan kotak pembatas atau bounding box yang dilengkapi label “smoking”.
Dengan mekanisme tersebut, aktivitas yang terindikasi sebagai perilaku merokok dapat diketahui secara langsung melalui tampilan pada laptop.
Ketua Tim Pengabdian, Bulkis Kanata, menjelaskan bahwa pengembangan teknologi tersebut ditujukan sebagai alat bantu pengawasan.
Sistem tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia, melainkan membantu memberikan informasi visual secara cepat ketika terdapat aktivitas merokok di area yang sedang dipantau.
Informasi tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar bagi pengelola atau petugas untuk mengambil tindakan yang diperlukan.
Tahap Awal Sebelum Diterapkan di Lapangan
Bulkis bersama tim menempatkan pengujian di laboratorium sebagai langkah awal sebelum sistem diterapkan pada kondisi lingkungan nyata.
Tahapan pengembangan berikutnya akan diarahkan pada peningkatan kemampuan deteksi, pengujian sistem dalam berbagai kondisi pencahayaan dan lingkungan, serta penyesuaian teknologi dengan kebutuhan pengawasan di RQS Sembalun.
Melalui pemanfaatan kamera Wi-Fi dan teknologi computer vision, tim berharap sistem tersebut dapat menjadi salah satu alternatif teknologi pendukung untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib sekaligus memperkuat penerapan kawasan bebas rokok.
“Teknologi ini dikembangkan sebagai alat bantu pengawasan, bukan untuk menggantikan peran manusia,"pungkasnya.
Mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Pengembangan teknologi deteksi aktivitas merokok ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 3, yakni Good Health and Well-being atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Teknologi pengawasan tersebut diarahkan untuk membantu penerapan kawasan bebas rokok sehingga dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih tertib dan kondusif.














