Menurutnya, keberadaan dua jembatan gantung tersebut memiliki manfaat strategis bagi aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Jembatan ini bukan hanya menjadi sarana penyeberangan, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, aktivitas ekonomi, dan berbagai kebutuhan lainnya.”
Keberadaan jembatan dinilai dapat memangkas waktu tempuh warga, terutama bagi anak-anak yang harus menuju sekolah serta masyarakat yang menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Selain akses pendidikan, infrastruktur tersebut juga diharapkan mendukung mobilitas petani dalam mengangkut dan mendistribusikan hasil pertanian.
Dengan akses yang lebih dekat dan mudah, biaya serta waktu perjalanan masyarakat diharapkan dapat ditekan sehingga turut memberikan dampak terhadap aktivitas perekonomian di wilayah sekitar.
PSMTI Dorong Infrastruktur yang Berkelanjutan
PSMTI menegaskan pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari aksi sosial yang diarahkan untuk menghadirkan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Koordinator Pembangunan Jembatan PSMTI Ricky Suharlim mengatakan pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada proses pembangunan dan peresmian, tetapi harus dipastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami berharap jembatan yang telah diserahterimakan ini dapat dijaga dan dirawat bersama oleh masyarakat sehingga manfaatnya bisa terus dirasakan oleh generasi berikutnya.”
PSMTI juga mengajak masyarakat setempat untuk memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga kondisi jembatan. Perawatan secara swadaya dinilai penting agar fasilitas tersebut tetap aman dan dapat digunakan dalam jangka panjang.














