Di sektor kewirausahaan, masyarakat mengolah hasil alam yang tersedia di sekitar desa menjadi produk dengan nilai tambah.
Buah sawo yang dihasilkan dari kebun masyarakat, misalnya, diolah menjadi sambal sawo. Selain itu, gula aren menjadi salah satu produk lokal yang dikembangkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pengembangan ekonomi masyarakat juga terhubung dengan sektor pariwisata. Desa Gede Pangrango mengembangkan sejumlah aktivitas wisata, di antaranya river tubing dan wisata jelajah kampung.
Konsep tersebut memanfaatkan kekayaan alam sekaligus mengajak wisatawan mengenal kehidupan dan potensi masyarakat desa.
Tidak hanya mengembangkan ekonomi, masyarakat juga menjalankan berbagai kegiatan untuk menjaga lingkungan. Pengelolaan sampah rumah tangga dilakukan dengan memilah dan memanfaatkan kembali material yang masih dapat digunakan.
Salah satu inovasinya adalah pemanfaatan limbah pipa PVC menjadi miniatur kendaraan. Limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna tersebut diolah menjadi produk kreatif.
Pendidikan dan Kesehatan Turut Diperkuat
Pengembangan desa juga mencakup bidang kesehatan dan pendidikan.
Di bidang kesehatan, dukungan diberikan melalui penguatan kegiatan Posyandu serta pemeriksaan kesehatan di Puskesmas.
Sementara di bidang pendidikan, anak-anak memperoleh ruang untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan melalui kegiatan seni dan musik. Sejumlah kegiatan yang dikembangkan antara lain angklung dan drumband.















