Terkini - Palantir merupakan perusahaan teknologi yang mengembangkan artificial intelligence (AI). Karena itu, Palantir menjadi perhatian banyak investor. Namun, sebelum melihat peluangnya hingga akhir 2026, investor perlu memahami fundamental, valuasi, serta risiko bisnis Palantir.
Seiring perkembangan teknologi, saat ini investor Indonesia bisa membeli saham global. Salah satunya melalui Pintu, yang menawarkan fitur tokenized stocks sehingga kamu bisa membeli saham perusahaan global dalam bentuk aset yang ditokenisasi.
Palantir adalah perusahaan software asal Amerika Serikat yang menyediakan platform untuk membantu organisasi mengintegrasikan data, analitik, dan kecerdasan buatan. Produk utamanya mencakup Gotham, Foundry, Apollo, dan AIP.
Saham Palantir diperdagangkan di Nasdaq dengan ticker PLTR. Pergerakannya mendapat perhatian karena investor tidak hanya menilai pendapatan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan peluang pertumbuhan AI pada masa depan.
Fundamental Palantir pada 2026
Kinerja Palantir pada 2026 menunjukkan percepatan pertumbuhan yang signifikan. Pada kuartal kedua 2026, Palantir mencatat pendapatan sebesar US$1,935 miliar, meningkat 93% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan dari pelanggan pemerintah mencapai US$990 juta atau tumbuh 79%, sedangkan pendapatan komersial mencapai US$945 juta atau tumbuh 110%. Pertumbuhan tersebut semakin menarik karena bisnis komersial Palantir tumbuh lebih cepat dibandingkan bisnis pemerintah.
Di Amerika Serikat, pendapatan komersial meningkat 149% secara tahunan menjadi US$764 juta pada kuartal kedua. Sementara itu, pendapatan pemerintah AS tumbuh 90% menjadi US$809 juta. Angka tersebut menunjukkan bahwa Palantir mulai memperluas sumber pertumbuhannya.
Pertumbuhan Kontrak Menjadi Indikator Penting
Selain pendapatan, investor dapat memperhatikan nilai kontrak yang berhasil diperoleh Palantir. Pada kuartal kedua 2026, perusahaan menutup 220 transaksi dengan nilai setidaknya US$1 juta. Dari jumlah tersebut, 98 transaksi memiliki nilai setidaknya US$5 juta, sedangkan 73 transaksi memiliki nilai minimal US$10 juta.
Palantir juga mencatat total contract value atau TCV sebesar US$3,373 miliar, meningkat 49% secara tahunan. Khusus TCV komersial AS, nilainya mencapai US$2,132 miliar dan tumbuh 153%. Sementara itu, remaining deal value komersial AS mencapai US$6,238 miliar atau meningkat 124% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan kontrak tersebut penting karena memberikan gambaran mengenai permintaan terhadap produk Palantir. Sebagian kontrak memiliki opsi dan ketentuan tertentu, sehingga realisasi pendapatan tetap bergantung pada pelaksanaan kontrak dan penggunaan layanan oleh pelanggan.
Margin dan Arus Kas Palantir
Pada kuartal kedua 2026, perusahaan mencatat GAAP operating income sebesar US$912 juta, dengan margin 47%. Sementara itu, adjusted operating income mencapai US$1,194 miliar dengan margin 62%.
Palantir juga menghasilkan adjusted free cash flow sebesar US$1,22 miliar, dengan margin 63%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan juga menghasilkan kas dalam jumlah besar.
Namun, investor tetap perlu membedakan metrik GAAP dan non-GAAP. Metrik adjusted dapat mengecualikan sejumlah biaya tertentu, sehingga analisis fundamental sebaiknya tetap memperhatikan laba dan arus kas berdasarkan standar akuntansi yang berlaku.
Peran Artificial Intelligence
Artificial intelligence menjadi faktor utama dalam pertumbuhan Palantir. Perusahaan mengembangkan AIP untuk membantu organisasi menghubungkan model AI dengan data dan proses operasional
Model tersebut memberikan Palantir peluang untuk menjual layanan kepada perusahaan yang ingin menggunakan AI tanpa membangun seluruh infrastruktur dari awal. Karena itu, peningkatan adopsi AI di sektor bisnis dan pemerintahan dapat meningkatkan permintaan terhadap platform Palantir.
Selain itu, Palantir dapat memperluas penggunaan produknya kepada pelanggan yang sudah ada. Ketika sebuah organisasi telah menggunakan Foundry atau platform Palantir lainnya, perusahaan memiliki peluang untuk menawarkan fitur AI tambahan.
Strategi tersebut dapat meningkatkan pendapatan per pelanggan apabila pelanggan terus meningkatkan penggunaan layanan.
Outlook Palantir hingga Akhir 2026
Palantir meningkatkan panduan keuangannya setelah mencatat hasil kuartal kedua yang kuat. Perusahaan memperkirakan pertumbuhan pendapatan penuh tahun 2026 sebesar 82% secara tahunan. Palantir juga menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan komersial AS menjadi 134%.
Panduan tersebut menunjukkan ekspektasi manajemen terhadap permintaan yang tetap kuat. Namun, guidance tetap merupakan proyeksi, sehingga realisasi dapat berubah apabila kondisi bisnis, anggaran pemerintah, kontrak baru, atau permintaan pelanggan komersial mengalami perubahan.
Menjelang akhir tahun, investor dapat memantau apakah Palantir mampu mempertahankan pertumbuhan pendapatan, terutama dari pelanggan komersial AS. Selain itu, perkembangan margin dan free cash flow juga perlu diperhatikan karena pertumbuhan yang cepat akan lebih berarti apabila perusahaan tetap mampu menghasilkan kas secara konsisten.
Peluang Saham Palantir
Peluang utama Palantir berasal dari meningkatnya penggunaan AI oleh perusahaan dan pemerintah. Banyak organisasi memiliki data dalam jumlah besar, tetapi mereka membutuhkan sistem yang dapat mengubah data tersebut menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan.
Palantir mencoba memenuhi kebutuhan tersebut melalui platform yang menggabungkan data, analitik, AI, dan proses operasional. Karena itu, jika perusahaan dan pemerintah meningkatkan penggunaan AI, permintaan terhadap platform seperti AIP berpotensi meningkat.
Peluang lainnya berasal dari ekspansi bisnis komersial. Pertumbuhan pendapatan komersial AS sebesar 149% pada kuartal kedua menunjukkan adanya peningkatan permintaan yang signifikan.
Selain itu, Palantir dapat memperluas bisnis melalui kemitraan dengan perusahaan teknologi lainnya. Kolaborasi semacam ini dapat membantu Palantir memperkenalkan platformnya kepada lebih banyak pelanggan dan memperluas penerapan AI di berbagai industri.
Apa yang Perlu Dipantau Menjelang Akhir Tahun?
Investor yang mengikuti PLTR dapat memantau beberapa indikator utama, seperti
Pertama, pertumbuhan pendapatan perlu diperhatikan, terutama pada segmen komersial AS.
Kedua, investor dapat melihat perkembangan kontrak baru dan remaining deal value untuk memahami permintaan terhadap produk.
Ketiga, margin operasi dan free cash flow perlu dipantau karena keduanya menunjukkan kemampuan perusahaan mengubah pertumbuhan pendapatan menjadi keuntungan dan kas. Keempat, investor dapat memperhatikan guidance manajemen serta apakah realisasi kinerja tetap sesuai dengan proyeksi.
Kesimpulannya, Palantir memasuki akhir 2026 memiliki pertumbuhan fundamental yang kuat. Pada kuartal kedua, pendapatan meningkat 93%, sedangkan pendapatan komersial AS tumbuh 149%. Perusahaan juga menghasilkan adjusted free cash flow sebesar US$1,22 miliar dan menaikkan panduan pertumbuhan pendapatan 2026 menjadi 82%.
Namun, pertumbuhan tersebut berjalan bersama risiko yang perlu diperhatikan. Valuasi dapat membuat saham sensitif terhadap perubahan ekspektasi, sedangkan ketergantungan terhadap kontrak pemerintah dan persaingan AI dapat mempengaruhi pertumbuhan pada masa mendatang.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.















