Jutaan Warga Suriah Terancam Kelaparan Jika Bantuan Terhenti, Ini Alasan Sekjen PBB

Jutaan Warga Suriah Terancam Kelaparan Jika Bantuan Terhenti, Ini Alasan Sekjen PBB

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, New York - Jutaan warga Suriah terancam kelaparan jika bantuan terhenti, ini alasan Sekjen PBB. Keprihatinan terkait nasib warga Suriah masih menjadi folus PBB. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengimbau Dewan Keamanan pada Rabu 23 Juni 2021 untuk memperbarui operasi bantuan lintas batas ke Suriah.

Guterres memperingatkan, apabila operasi bantuan yang selama ini terdistribusi berhenti maka dapat menghancurkan jutaan orang.

“Kegagalan untuk memperpanjang otorisasi dewan akan memiliki konsekuensi yang menghancurkan," beber Guterres, seperti dilansir dari Republika, Kamis 24 Juni 2021.

Seperti diketahui, Dewan Keamanan pertama kali mengizinkan operasi bantuan lintas batas ke Suriah pada 2014 di empat titik. Pada 2020 lalu, Dewan Keamanan mengurangi akses ke satu titik penyeberangan dari Turki yang mengarah ke daerah yang dikuasai pemberontak di barat laut Suriah, lantaran ada penentangan dari Rusia dan China atas pembaruan keempat titik tersebut.

Rusia yang memiliki hak veto di Dewan Keamanan mempertanyakan pentingnya operasi bantuan lintas batas, dengan alasan bantuan dapat dikirim ke Suriah utara dari ibu kota Damaskus.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia saat itu mengatakan kepada Dewan Keamanan, operasi bantuan itu melanggar kedaulatan dan integritas wilayah Suriah dan Moskow.

“Sekarang sebagian besar wilayah Suriah telah dibebaskan dari operasi bantuan lintas batas, ini hanyalah sebuah anakronisme," imbuh Nebenzia.

Sementara itu, Duta Besar Suriah untuk PBB Bassam Sabbagh menolak operasi bantuan lintas batas dengan alasan dipolitisir. Ia menegaskan, operasi bantuan itu adalah tindakan luar biasa yang bersifat sementara.

PBB dan kelompok bantuan telah memperingatkan tidak ada cara lain untuk mengirim bantuan lintas batas ke Suriah.

"Tanpa akses lintas batas, lebih banyak warga Suriah akan mati," ungkap Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield yang mengunjungi perbatasan Turki tiga pekan lalu.

Duta Besar Irlandia untuk PBB, Geraldine Byrne Nason mengatakan, Irlandia dan Norwegia berencana mengedarkan rancangan resolusi dalam beberapa hari mendatang. Rancangan resolusi itu bertujuan memperbarui dan memperluas mekanisme pengiriman bantuan kemanusiaan, dalam menanggapi kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.

Resolusi membutuhkan sembilan suara yang mendukung, dan harus tidak ada veto dari salah satu dari lima anggota tetap yaitu Rusia, China, Amerika Serikat, Perancis, dan Inggris.

Dalam dekade terakhir, dewan telah terpecah terkait masalah Suriah. Rusia telah memveto 16 resolusi yang terkait dengan Suriah dan didukung China.