Terkini.id, Jakarta - Intip peternakan cacing super di Kuwait, diklaim berprotein untuk jadi santapan. Mendengar kata cacing, hampir semua orang pasti akan bergidik jijik. Apalagi, dalam jumlah ribuan ekor dalam satu tumpukan. Sebut saja seperti pada gundukan tanah atau sampah.
Kendati begitu, apa yang dilakukan seorang pengusaha di Kuwait ini mungkin tergolong unik lantaran mengembang biakkan cacing dalam peternakannya sebagai ladang usaha. Bergidik dan merinding, sah-sah saja tetapi Jassem Buabbas, nama pengusaha Kuwait itu justru mendulang untung dari hewan melata yang dianggap jorok ini.

Nah, bagi kalian yang merasa geli atau jijik dengan hewan ini, mungkin bisa berpikir ulang dan belajar dari Jassem Buabbas dalam mengelola peternakan cacing yang sudah dilakoninya selama bertahun-tahun.
Jassem Buabbas sendiri mengembangbiakkan cacing super di peternakannya di Kabad, Kuwait. Di sebuah ruangan kecil dan gelap di luar Kota Kuwait, ia menempatkan larva cacing, untuk dikembangbiakkan ke dalam kotak transparan di atas dedak dan tepung jagung.

Seperti diketahui, Jassem Buabbas memang telah bertahun-tahun menjadi peternak cacing super untuk dijual sebagai pakan ternak.
Seperti serangga yang telah lama menjadi santapan warga di beberapa negara, Jassem bahkan berharap, cacing super bisa menjadi makanan warga Teluk. Pasalnya, cacing terkenal karena kandungan proteinnya yang tinggi.
"Ambisi saya adalah cacing menjadi alternatif makanan yang sukses bagi manusia," ungkapnya kepada AFP, seperti dilansir dari Liputan6, Minggu 27 Juni 2021.
Selain cacing super, Jassem Buabbas juga membiakkan kumbang Darkling.

Sekadar diketahui, diperkirakan sebanyak seribu spesies serangga muncul di piring makan sekitar dua miliar orang di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.
Serangga selama ini memang kerap menjadi santapan warga di banyak negara dunia. Bahkan, diprediksi seribu spesies muncul di piring makan sekitar dua miliar orang di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.
Namun, terlepas dari makanan tradisional, pasta jangkrik dan smoothie tepung ulat telah menjadi tren makanan terbaru di beberapa ibu kota dunia. Panganan hewan ini kerap dipromosikan sebagai alternatif makanan sumber protein.

Beberapa negara Teluk, bahkan memiliki tradisi mengkonsumsi belalang kering dan dipanggang. Ini terjadi saat hewan tersebut banyak ditemukan ketika terjadi wabah.
Serangga dianggap sebagai makanan yang melezatkan beberapa orang, meskipun mengonsumsi makanan ini sudah mulai tidak diminati di zaman modern.















