Selain Indonesia, 3 Negara Ini Juga Doyan Makan Indomie

Selain Indonesia, 3 Negara Ini Juga Doyan Makan Indomie

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id - Indomie menjadi merek mie instan yang sangat digemari warga Indonesia, namun siapa sangka produk keluaran Indofood itu juga digemari masyarakat di 3 negara lainnya.

Selain di Indonesia, produk Indomie tersebut cukup populer di tiga negara lainnya lantaran memiliki variasi rasa yang beragam, baik mie goreng maupun mie rebus.

Saking terkenalnya di negara-negara lain, beberapa dari negara itu bahkan meminta pihak Indofood untuk dibuatkan pabrik Indomie di negaranya.

Berikut tiga negara yang paling gemar makan Indomie, selain Indonesia. (Sumber: Detik.com)

1. Ghana

Produk mi instan asal Indonesia, Indomie, ternyata punya nilai yang tinggi di Ghana. Negara Afrika ini memang dikenal sebagai salah satu konsumen besar Indomie di Afrika selain Nigeria.

Salah satu fakta unik dari negara ini adalah, Indomie pernah menjadi alat transaksi seks. Banyak remaja perempuan di Ghana yang rela menjual tubuhnya dan menerima bayaran berupa Indomie sebagai pengganti uang tunai.

2. Arab Saudi

Melansir dari situs arabianoodles, diketahui bahwa Indomie memiliki total tiga pabrik di Arab Saudi.

Dua pabrik memproduksi mie Indomie dengan satu berlokasi di Kota Industri Jeddah dan satu di Dammam, sedangkan pabrik ketiga, berlokasi di Jeddah untuk memproduksi saus pedas dan saus tomat untuk semua produk mie.

Pabrik Jeddah adalah pabrik pertama yang dibangun pada bulan Oktober 1992, mengalami 4 perluasan selama bertahun-tahun antara tahun 1996 dan 2005.

Barulah pada tanggal Agustus 2005 Indomie membangun pabrik baru untuk produksi minyak dan rasa telah beroperasi. Adapun pabrik ini mengalami dua kali perluasan, pada bulan April 2007 dan satu lagi pada bulan April 2009.

Terakhir pabrik Indomie di Dammam dibangun pada Juli 2005 dan mengalami perluasan pada April 2007 dan Februari 2012.

3. Maroko

PT Indofood Sukses Makmur Tbk membangun pabrik mi instan di Maroko yang berlokasi di kawasan Ain Johra Industrial Estate di Tiflet. Pembangun pabrik tersebut telah dimulai sejak Januari 2015.

Berdasarkan catatan detikcom, sebelumnya Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Maroko, Endang Dwi Syarief Syamsuri, mengunjungi langsung Kantor Penjualan dan Pemasaran Indomie "Indo Marocco Company SA" untuk melihat perkembangan proyek tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya Sabtu (9/5/2015), Endang mengungkapkan, Indofood melalui produk mie instannya Indomie sudah masuk ke pasar Maroko 5 tahun lalu, dengan membentuk Indo Morocco Company suatu kemitraan antara Sawaz Group (Salim grup dan Wazaran/Arab Saudi Grup), dan perusahaan lokal Maroko LINA yang dimiliki oleh pengusaha Abdullah Ghozy.