Terkini.id, Jakarta - Pegiat media sosial Permadi Arya atau akrab disapa Abu Janda, membagikan sebuah video yang memperlihatkan curhatan Ketua Umum Persekutuan Gereja dan Lembaga Injil Indonesia (PGLII) Pendeta Ronny Mandang.
Dalam video Pendeta Ronny Mandang yang diunggah Abu Janda tersebut, nampak Ketum PGLII itu sedang menghadiri Forum PGLII yang digelar pada 26 Agustus 2023.
Pendeta Ronny Mandang dalam forum itu menyinggung Pasal 29 UUD 1945 tentang kebebasan beragama di Indonesia.
Ia mengaku bahwa sampai hari ini pihaknya masih bingung dengan implementasi pasal tentang kebebasan beragama tersebut.
Sebab, kata Pendeta Ronny, pada tahun 2023 ini pihaknya masih menemukan kasus di Lampung dimana sejumlah umat Kristiani dari Gereja GKKD dan GPIN dilarang beribadah hanya karena alasan belum punya izin.
"Pada tahun ini saya juga sudah datang ke Lampung, anggota kami Gereja GKKD dan GPIN yang sementara sedang beribadah kemudian ditutup hanya karena alasan belum punya izin," ungkap Pendeta Ronny, dikutip dari tayangan videonya yang diunggah Abu Janda lewat akun Instagram @permadiaktivis2, Selasa, 29 Agustus 2023.
Larangan beribadah bagi umat Kristen itu, menurut Ronny, dilakukan oleh orang-orang maupun kelompok-kelompok tertentu.
Bahkan, ia menyebut banyak kepala daerah juga menjadi motor penggerak dalam usaha dan upaya pelarangan ibadah umat Kristiani.
"Kami agak bingung di Indonesia ini bahwa kebebasan beragama menurut pasal 29 itu sudah selesai, tetapi masih banyak orang-orang tertentu, kelompok-kelompok tertentu bahkan kepala daerah yang menjadi motor di dalam usaha dan upaya melarang adanya ibadah dari umat Kristiani," tambahnya.
Oleh karena itu, pihaknya menilai konstitusi dan UUD 1945 yang menjamin kebebasan beribadah masyarakat di Indonesia belum bisa diimplementasikan dengan baik oleh negara.
"Kegiatan-kegiatan ibadah yang dijamin oleh konstitusi dan undang-undang dasar sepertinya belum bisa diimplementasikan dengan baik," tuturnya.
Maka itu, Pendeta Ronny Mandang masih menanti pemimpin di Indonesia yang bisa menjamin tolerasi beragama dan kebebasan beribadah bagi umat Kristiani.
"Tapi kalau sampai hari ini kemudian betapa susahnya kami harus beribadah, saya masih menanti pemimpin di negeri ini yang bisa menjamin toleransi di dalam kebangsaan itu memang benar-benar bukan merupakan wacana, tetapi dia merupakan sebuah bagian dari perjuangan yang harus kita jaga bersama-sama," ujarnya.
Menanggapi video curhatan Pendeta Ronny Mandang tersebut, Abu Janda pun meyakini bahwa apa yang disampaikan oleh Ketum PGLII itu merupakan jeritan hati hampir semua umat Kristen di Indonesia.
"Curahan hati pendeta Ronny Mandang dari PGLIl persekutuan gereja & lembaga injil Indonesia di forum 26 agustus 2023, saya yakin adalah jeritan hati hampir semua umat kristen di Indonesia juga," tulis Abu Janda di keterangan unggahannya.
Lewat keterangan unggahannya itu pula, ia menandai akun media sosial Menteri Agama Gus Yaqut, dan GP Ansor.
Menurut Abu Janda, dirinya sangat sedih melihat penderitaan umat Kristen yang menjadi korban persekusi di hampir setiap ibadah rutin mereka di berbagai tempat.
"Nuwunsewu sanget @gusyaqut @ansor_satu ngapunten kulo nyenggol panjenengan karena kulo sedih gus lihat penderitaan umat kristiani yang jadi korban persekusi di hampir setiap ibadah minggu mereka di berbagai tempat," tulisnya.















