Terkini.id, Jakarta - Capres 2024, Ganjar Pranowo menggunakan panggung pengundian nomor urut di KPU untuk menyampaikan keluh kesah dan kegelisahan publik. Ganjar menegaskan, demokrasi di Indonesia sedang tidak baik-baik saja.
"Kami senang mendapatkan nomor urut tiga. Ini sesuai dengan sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia. Mari kita satukan semuanya dalam proses politik yang menggembirakan," ucap Ganjar membacakan pidatonya seusai pengundian nomor urut di hadapan dua pasangan calon lainnya.
Namun lanjut Ganjar, beberapa hari ini publik disuguhkan dengan tontonan drama Korea (drakor) yang sangat menarik perhatian. Drama-drama itu, menurut Ganjar, sebenarnya hal yang tidak perlu terjadi.
Malam ini, lanjut Ganjar, seharusnya Indonesia sedang memulai perayaan demokrasi melalui pemilu. Namun melihat situasi belakangan ini, ia mendengar dan menangkap ada kegelisahan suasana kebatinan masyarakat, tentang demokrasi yang berlangsung saat ini sedang tidak baik-baik saja.
"Ada tokoh agama, guru bangsa, ulama, seniman, budayawan, jurnalis, aktivis mahasiswa dan lainnya. Semuanya menyuarakan kegelisahan dan meminta kita menjaga demokrasi dipastikan berjalan baik. Meski sekarang, demokrasi kita tidak baik-baik saja," tegas Ganjar disambut tepuk tangan riuh pendukungnya.
Meski kondisi demokrasi yang tidak baik-baik saja, namun Ganjar menegaskan pihaknya tetap tenang. Ia yakin karena ada masyarakat yang siap mengawal dan menjaga demokrasi.
"Kami tenang semuanya. Dan kami sangat yakin karena ada masyarakat Indonesia yang siap untuk menjaga demokrasi ini," tegasnya.
Ganjar menambahkan, perjalanan demokrasi di Indonesia seperti aliran air, kadang berjalan lurus, namun kadang berliku. Namun Ganjar meminta semua masyarakat Indonesia percaya, bahwa air yang mengalir siap mengikuti arah batinnya.
"Dia tidak bisa dibendung dengan cara apapun. Dan kalaupun bendungan itu dipaksakan, air akan tetap mencari jalannya untuk tiba pada muara. Muara itulah demokrasi yang hari ini kita idam-idamkan," tegasnya.
Ganjar menegaskan akan memastikan bahwa arah reformasi harus dituntaskan. Demokrasi yang berjalan jujur dan adil, situasi yang bisa berjalan pada rel, dan pesta demokrasi harus diselenggarakan dengan betul-betul membawa integritas.















