Tito Karnavian Dinilai Ngawur Soal Ajudan Prabowo Masuk di Barisan Pendukung Prabowo-Gibran

Tito Karnavian Dinilai Ngawur Soal Ajudan Prabowo Masuk di Barisan Pendukung Prabowo-Gibran

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Pendapat Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian soal keberadaan Mayor Teddy dalam barisan pendukung Prabowo-Gibran saat debat capres dinilai ngawur.

Tito sebelumnya menyebut keberadaan Mayor Teddy dalam debat tersebut kemungkinan dalam mode penyamaran. Sehingga Teddy tidak menggunakan pakaian dinas.

Teddy sebelumnya terlihat berkemeja biru dan berada di barisan pendukung Prabowo Subianto. Teddy merupakan ajudan Prabowo, dan berstatus tentara aktif.

Warganet, John Sitorus menilai pernyataan Tito tersebut ngawur. Dia menilai Tito mengada-ada dan membodohi rakyat.

"Itu bukan penyamaran, Mayor Teddy terlihat jelas mukanya. Penyamaran itu tak boleh terlihat oleh umum. Apalagi sampai NGELES dengan alasan mengantisipasi penembak jitu atau teror dari lawan politik. Emang Ganjar/Anies ada muka terorisnya begitu?" Tulis John Sitorus lewat media sosialnya.

Menurut dia, jika alasannya mengawal Prabowo, harusnya dipahami bahwa setiap Capres sudah disiapkan tenaga pengamanan oleh POLRI sesuai Perpres No 85 tahun 2018. Gedung KPU juga diamankan sesuai standar keamanan Polri (kurang lebih seperti Paspampres) dengan ring 1, 2, 3 dstnya

"Jadi dalam radius 100-500 m dipastikan aman termasuk menutup akses sudut (angle) untuk sniper dari area atap.

Setiap orang yang masuk ke area debat juga disterilkan lewat pemeriksaan manual, metal detector dan berbagai pengamatan para intel/TNI/Polisi/petugas keamanan KPU

Lagipula Mayor Teddy ajudan Pribadi, bukan pengawal keamanan Prabowo

Alasan ini sangat mengada2, semua menteri terkesan TAKUT bila sudah berhadapan dengan Prabowo," jelasnya.

Seperti diketahui, saat debat di KPU pada Selasa (12/12) malam, Teddy terlihat duduk dalam barisan pendukung Prabowo dan mengenakan pakaian dengan warna yang sama dengan pendukung Prabowo.

"Itu kan mungkin dalam rangka undercover, enggak mungkin menggunakan seragam dinas," kata Tito di Media Center Indonesia Maju, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 19 Desember 2023.

Tito merasa ini bukan ranahnya mengomentari hal-hal terkait politik. Namun, sebagai mantan Kapolri dia menganggap wajar jika Teddy melekat dengan capres Prabowo Subianto dalam rangka pengamanan.

"Itu bukan domain saya, tapi saya berpikir penekanan saya hanya berpikir seorang ajudan itu tugasnya bukan hanya ngurusin map, segala macam, enggak, dia adalah pengawal terdepan yang mengamankan," ujarnya.