Saat terjadi cekcok, lanjutnya, satu keluarga yang terdiri dari 4 laki-laki dan 1 perempuan itu lalu melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap ibunya tersebut. Tak hanya dipukul, ibundanya itu juga disiram bensin.
"Nah lanjut ributla mamak sama tetangga itu, eh anak tetangga ikutan jg sama suaminya (anaknya smua laki laki dan ikut suaminya brarti 4 cowo, 1 cewe vs mamakku) trs adek perempuan dtg ngebela mamak disusul dengan bapak (karena bapakku ga suka main tangan jd melerai aja) tp mereka langsung meninju wajah mamakku, menendang payudara mamakku sampe terjatuh parahnya disiram bensin juga ke mamakku, adek perempuanku dilempar kursi dan kakinya ada bekas diseret gitu. Bapak paling memar" aja karna melerai pukulan tetangga itu," ungkapnya.

Sang anak korban juga mengatakan bahwa ibunya itu sudah divisum usai kejadian tersebut dan sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polsek Percut Sei Tuan.
Namun, sampai saat ini laporannya terkait kejadian yang dialami oleh ibunya itu tak digubris polisi.
Anak dari korban penganiayaan tersebut juga mengaku tidak berada di Medan saat peristiwa itu terjadi.
"Udah di visum, dan sudah dimintai keterangan, kenapa belum di proses lg bapak bapak? Aku dimana? Waktu kejadian lagi ga di Medan," tulisnya.
Hingga berita ini dimuat, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polsek Percut Sei Tuan maupun Polda Sumatera Utara terkait postingan viral itu.















