Jejak Langkah Danny Pomanto di Pilgub Sulsel 2024 Dibayangi Kotak Kosong

Jejak Langkah Danny Pomanto di Pilgub Sulsel 2024 Dibayangi Kotak Kosong

KH
Kamsah Hasan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar — Saat Pilgub Sulawesi Selatan 2024 semakin mendekat, dinamika politik di provinsi tersebut semakin kompleks. Salah satu nama besar yang tengah menjadi sorotan adalah Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto, Wali Kota Makassar dua periode, yang ambisinya untuk berlaga dalam Pilgub Sulsel menghadapi berbagai tantangan.

Meskipun telah mengantongi dukungan dari sejumlah partai politik, isu kotak kosong dan kemungkinan penggembosan dukungan partai pendukung menimbulkan ketidakpastian besar dalam perjalanan politiknya.

Danny Pomanto sebelumnya telah menerima surat rekomendasi dari tiga partai politik yang secara teknis sudah cukup untuk memuluskan jalannya menuju kontestasi Pilgub Sulsel. Ketiga partai tersebut adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 8 kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan 8 kursi, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan 6 kursi, yang jika dijumlahkan memberikan total 17 kursi—cukup untuk mengajukan pasangan calon dalam Pilgub.

Namun, belakangan ini, situasi politik yang awalnya tampak stabil mulai bergoyang. Kabar mengenai dukungan PPP yang dialihkan kepada pasangan calon lain, Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi, mulai mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan politisi dan pengamat.

Jika isu ini benar, maka posisi Danny bisa terancam. Meskipun demikian, Danny Pomanto menunjukkan sikap yang tenang dan menerima. "Yah, kalau memang sudah takdir begitu, saya kan bilang hati tulus. Masih banyak lapangan pengabdian lain. Itu namanya sudah nasib," katanya dengan tenang di Balai Kota Makassar, Senin, 12 Agustus 2024.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan hanya ada satu pasangan calon yang maju di Pilgub Sulsel melawan kotak kosong, Danny mengakui bahwa hal tersebut mungkin terjadi, meskipun menurutnya, prosesnya tidak biasa.

"Memang prosesnya agak-agak aneh. Saya sudah punya surat tugas dari tiga partai, tapi di akhir digoyang dengan isu salah satu partai hengkang mendukungnya," ungkapnya.

Pernyataan Danny Pomanto ini menunjukkan bahwa meskipun telah berusaha keras untuk mempersiapkan diri dalam kontestasi politik tersebut, ia tetap realistis menghadapi berbagai kemungkinan.

Baginya, perjuangan untuk merebut kursi Gubernur Sulsel adalah bagian dari upayanya untuk memperbaiki provinsi ini, tetapi jika pada akhirnya ia tidak bisa maju, ia siap menerima kenyataan tersebut.

"Kita sudah berusaha, punya semangat untuk memperbaiki Sulawesi Selatan ini ya," ujarnya dengan nada yang tegas namun tetap santai.