Saat masuk ke penginapan itu, ia dan mahasiswi itu lalu melakukan hubungan badan layaknya suami istri atas dasar suka sama suka.
"Jadi saya tidak pernah mau ngomong aja, cuma memang saya merasa sudah ke sana tujuannya. Yah saya ikut saja sampai masuk kamar dan kami melakukan itu semua. Jadi ini dasar suka sama suka," ungkap Agus.
"Tapi dia (sang mahasiswi) yang fasilitasi, terus masak saya dibilang memperkosa. Saya akui kami lakukan itu, tapi dia yang membuka pakaian saya," sambungnya.
Sebelumnya, Agus lewat video pernyataannya yang beredar di media sosial juga menyebut tidak mungkin dirinya bisa memerkosa mahasiswi itu lantaran dirinya tak bisa membuka baju maupun celana perempuan tersebut.
"Rasa sakit saya dituduh dengan memperkosa orang, sedangkan saya buka celana nggak bisa, buka baju nggak bisa. Logikanya di mana," tutur Agus.
Pemuda NTB ini juga menegaskan bahwa keterbatasan fisiknya yang tanpa lengan sangat tidak memungkinkan untuk dirinya melakukan pemerkosaan terhadap mahasiswi itu.
"Secara logika bagaimana saya bisa melakukan kekerasan seksual atau pemerkosaan, saya saja dirawat oleh orang tua, dibukain celana dan baju sama orang tua," ujarnya.















