Hingga November 2024, program ini telah melibatkan lebih dari 5.056 guru dan 14.512 siswa dari lebih dari 200 sekolah di berbagai wilayah Indonesia, dengan target akhir tahun melibatkan 10.915 siswa dan 4.840 guru.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2022, tingkat literasi keuangan siswa SMK/SMA baru mencapai 52,887», angka yang masih berada di bawah target nasional OJK di tahun 2027 sebesar 65,0.
Masih rendahnya angka literasi keuangan ini membuat kelompok siswa, termasuk siswa SMK/SMA, menjadi rentan terhadap ancaman kejahatan finansial, termasuk pinjaman online ilegal, investasi palsu, dan judi daring.
Program MENYALA hadir dengan berbagai agenda, termasuk Pelatihan Guru, Jam Sosial Mengajar, Teacher Summit, Talent Pool, dan pembentukan Teacher Community.
Dalam kegiatan Pelatihan Guru, FIFGROUP melibatkan ribuan guru secara daring dengan metode active learning yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan pengajaran berbasis literasi keuangan.
Guru guru yang telah dilatih kemudian menjadi fasilitator dalam Jam Sosial Mengajar, menyampaikan materi literasi keuangan kepada siswa dengan pendekatan interaktif, menargetkan hingga 35 siswa per guru.
Selain itu, agenda Teacher Summit yang direncanakan berlangsung di awal tahun 2025 di Jakarta akan menjadi forum apresiasi untuk guru guru yang telah menunjukkan kontribusi luar biasa dalam program ini.
Melalui Program MENYALA, FIFGROUP juga mendukung kebijakan Link and Match yang diusung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).
Kebijakan ini bertujuan menyelaraskan kebutuhan dunia kerja dengan kompetensi lulusan SMK melalui berbagai langkah, termasuk pembelajaran berbasis proyek nyata, pelatihan teknologi untuk guru, dan sertifikasi kompetensi.
FIFGROUP percaya bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri yang terwujud melalui program ini akan menciptakan sumber daya manusia berkualitas yang siap bersaing di tingkat nasional dan global.















