Pesan Terakhir Paus Fransiskus Sebelum Wafat: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Kebebasan Beragama

Pesan Terakhir Paus Fransiskus Sebelum Wafat: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Kebebasan Beragama

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini - Sebelum wafat, Paus Fransiskus sempat menyampaikan pesan terakhirnya tentang perdamaian dan kebebasan beragama.

Pesan Paus Fransiskus tersebut disampaikan pada saat perayaan Paskah pada Minggu, 20 April 2025, saat ajudannya membacakan pesan perdamaiannya dan "penghormatan terhadap pandangan orang lain".

"Tidak ada perdamaian tanpa kebebasan beragama, berpikir, dan berekspresi," demikian pesan Paus Fransiskus, dikutip dari BBC, Senin, 21 April 2025.

Dalam pidato terakhirnya, Paus juga mengenang penduduk Gaza, khususnya penduduk Kristen, karena konflik itu menyebabkan kematian dan kehancuran" dan menciptakan situasi kemanusiaan yang menyedihkan.

Dia juga menyebut meningkatnya antisemitisme global sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan.

"Betapa besar kehausan akan kematian, akan pembunuhan yang kita lihat dalam berbagai konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia," tutur Paus.

"Saya menyatakan kedekatan saya dengan penderitaan untuk semua rakyat Israel dan rakyat Palestina," sambungnya.

Maka dari itu, Paus mendesak agar pihak Israel dan Palestina melakukan gencatan senjata dan membebaskan para sandera di kedua belah pihak.

"Lakukan gencatan senjata, bebaskan para sandera dan datanglah untuk membantu orang-orang yang kelaparan yang menginginkan masa depan yang damai," ujarnya.

Paus Fransiskus meninggal dunia pada Senin, 21 April 2025, di usia 88 tahun.