Ada Bola Api Melesat di Langit Brasil yang Diduga dari Tata Surya Lain

Ada Bola Api Melesat di Langit Brasil yang Diduga dari Tata Surya Lain

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Berita terkait benda angkasa luar yang misterius, masih menjadi objek menarik yang banyak diteliti para ahli. Pada Minggu 30 Mei 2021 lalu, ada sebongkah kecil batuan luar angkasa menabrak atmosfer bumi dan menyambangi langit Brasil sebagai bola api spektakuler. Batuan meteor tersebut diduga berasal dari tata surya lain.

Meteor Watch Network (Bramon) Brasil, menangkap meteor Earth-grazer pada Minggu 30 Mei 2021 malam di bagian selatan negara itu. Dua kamera di jaringan Bramon menangkap meteoroid yang terbakar dalam garis terang yang melukis jalan melintasi langit malam.

Seperti diwartakan inet.detik.com, Minggu 6 Juni 2021, bola api itu sendiri dianggap sebagai Earth-grazer yang secara harfiah berarti “Penggembala Bumi” lantaran bertabrakan dengan atmosfer pada sudut yang sangat dangkal. Pernyataan Bramon menunjukkan, meteor itu mungkin berasal dari antarbintang.

“Analisis awal menunjukkan, bola api itu dihasilkan meteoroid yang datang dari luar tata surya,” paparnya.

Kendati demikian, untuk membuktikannya diperlukan penelitian lebih lanjut. Saat ini, ilmu pengetahuan seputar objek antarbintang yang mengunjungi tata surya kita baru lahir dan masih kontroversial.

Seperti diketahui, benda kosmik perdana yang diidentifikasi berasal dari luar wilayah pengaruh matahari kita disebut “Oumuamua”. Objek berbentuk aneh telah menjadi bahan perdebatan sejak penemuannya. Astronom Harvard Avi Loeb berulang kali menggandakan gagasan yang diperdebatkan, itu mungkin semacam “buatan” yang diciptakan kecerdasan luar angkasa.

Loeb dan peneliti lainnya, juga telah menganalisis data meteor untuk menunjukkan beberapa objek yang sampai ke bumi kemungkinan telah menempati sistem bintang lain di beberapa titik.

Mengejar objek antarbintang seperti Oumuamua mungkin suatu hari nanti akan memberikan wawasan baru tentang sifat alam semesta. Kendati begitu, para ahli berpendapat mengumpulkan meteorit antarbintang yang sampai ke tanah mungkin merupakan cara yang jauh lebih mudah untuk dilakukan.