Wanita India Nirempati Dihujat Warga Se-Singapura, Usai Kecelakaan yang Menewaskan Bocah Indonesia

Wanita India Nirempati Dihujat Warga Se-Singapura, Usai Kecelakaan yang Menewaskan Bocah Indonesia

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta - Musibah tragis menimpa sebuah keluarga wisatawan asal Indonesia saat berlibur di Singapura. Seorang bocah perempuan Indonesia dilaporkan meninggal dunia setelah ditabrak mobil di kawasan Chinatown, tepatnya di sekitar Buddha Tooth Relic Temple, Kamis (6/2).

Insiden ini memicu duka mendalam sekaligus gelombang kemarahan publik lintas negara, menyusul dugaan sikap tidak berempati dari pengemudi mobil yang menabrak korban.

Peristiwa memilukan ini pertama kali mencuat dari kesaksian seorang warga Vietnam yang berada di lokasi kejadian. Dalam unggahan berbahasa Vietnam yang kemudian viral dan diterjemahkan ke berbagai bahasa, saksi mata tersebut menggambarkan detik-detik kecelakaan yang menimpa ibu dan anak asal Indonesia itu.

Menurut kesaksian tersebut, korban --seorang ibu dan anak, sedang menyeberang jalan untuk menghampiri sang ayah yang telah menunggu di seberang.

Di saat bersamaan, sebuah mobil yang dikemudikan seorang perempuan berusia 38 tahun hendak keluar dari area parkir. Namun, pengemudi disebut tidak melakukan pengecekan menyeluruh ke arah kanan, padahal kendaraan berbelok ke kanan.

Roda depan mobil dilaporkan menghantam bagian perut anak dan kaki sang ibu. Tragisnya, alih-alih segera berhenti, mobil justru kembali melaju dan kembali menghantam tubuh sang ibu hingga ia terjatuh dan tak sadarkan diri. Sementara sang anak terlihat berlumuran darah setelah terlindas oleh mobil wanita India tersebut.

Sang ayah yang menyaksikan kejadian tersebut disebut berteriak histeris meminta pertolongan. Ia memeluk anaknya yang sudah bersimbah darah, sementara istrinya tergeletak pingsan di lokasi kejadian.

Kesaksian mata juga menyebutkan bahwa pengemudi tidak menunjukkan penyesalan di tempat kejadian. Ia justru terlibat adu argumen, terlihat menyalahkan korban, bahkan diduga meledek asal kewarganegaraan korban yang berasal dari Indonesia. Sikap ini memicu kecaman luas, tak hanya dari warganet Indonesia, tetapi juga dari warga Singapura sendiri.

Berdasarkan laporan kepolisian Singapura, pengemudi merupakan seorang perempuan berusia 38 tahun yang bukan warga negara Singapura, namun tinggal dan menetap di negara tersebut. Ia telah ditangkap pada hari yang sama atas dugaan mengemudi tanpa kehati-hatian hingga menyebabkan kematian. Proses penyelidikan hingga kini masih berlangsung.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Sheyna Lashira Smaradiani, seorang siswi taman kanak-kanak di Jakarta. Sang ibu, Raisha Anindra Pascasiswi, mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan intensif di Singapore General Hospital (SGH) akibat pendarahan internal serta patah tulang rusuk dan pinggul.

Jenazah Sheyna telah dipulangkan ke Indonesia pada 8 Februari dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta, pada hari yang sama. Prosesi pemakaman dipenuhi duka, dengan taburan kelopak bunga dan hiasan bunga matahari di pusara almarhumah.

Duka atas kepergian Sheyna juga dirasakan masyarakat Singapura. Sejumlah warganet dan komunitas lokal menyampaikan belasungkawa melalui media sosial. Laman Facebook Death Kopitiam Singapore menuliskan ungkapan simpati mendalam untuk keluarga korban, sementara situs parenting theAsianparent menerbitkan surat terbuka yang menyentuh hati untuk almarhumah.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban, termasuk dalam proses pemulangan jenazah dan pemantauan penanganan hukum kasus tersebut.

Pihak keluarga berharap keadilan dapat ditegakkan dan sang ibu segera pulih agar dapat kembali ke Indonesia. Di tengah duka mendalam, kasus ini menjadi sorotan tajam publik dan pengingat pentingnya tanggung jawab serta empati dalam berkendara, terutama di ruang publik yang ramai pejalan kaki.