Cerita Mandra Melawak Bareng Benyamin di Hadapan Bu Tien: Takut dan Kerap Didatangin Pengawal Presiden

Terkini.id, Jakarta - Pelawak Betawi, Mandra, menceritakan pengalamannya bersama Benyamin Sueb ketika melawak di depan para istri pejabat, termasuk Ibu Tien (istri Presiden Soeharto).

Dia menuturkan, kala itu ia bersama Benyamin diundang untuk mengisi acara sebuah pertemuan istri pejabat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Menurut Mandra, setiap pelawak yang melawak di hadapan Ibu Tien dan Pak Harto pasti tidak lucu.

"Pantes kalo gua perhatiin semua pelawak kalo main di depan dia (Tien dan Soeharto) enggak ada yang lucu," ujarnya, seperti dilansir dari Youtube Baba Mandra pada Selasa, 8 Juni 2021.

Sebab, menurutnya, sejak dua bulan sebelum pentas, dia kerap didatangi oleh pengawal Presiden.

"Itu kita kaga pernah lepas, dua hari sekali didatengin. Nanti ngomongnya begini, enggak boleh begini," ungkap Mandra.

Lebih lanjut, menurutnya, ia dilarang atau diatur sedemikian rupa agar mengikuti protokol pengamanan Presiden.

Bahkan, menurutnya, hingga usuran sound system juga diperhatikan dengan ketat.

"Sound gak boleh gede-gede, kecil aja. Itu saking kecilnya ampe kaga berbunyi," ujarnya.

Dia mengungkap bahwa sound hanya boleh disetel kecil agar Bu Tien tidak kaget.

Lebih lanjut, Mandra menjelaskan bahwa Bu Tien mengalami sakit jantung, hal itu untuk menghindari serangan jantung.

"Takut Ibu Tien kaget, karena dia ada jantung," ujarnya.

Akhirnya, menurut Mandra, ia dan Benyamin kebingungan harus berbuat apa lantaran dilarang dan diatur-atur.

"Kaga rame emang kita dibayar, pengen rame kaga boleh," tutur Mandra.

Singkat cerita, menurut Mandra, akhirnya dia dan Benyamin memutuskan untuk melanggar aturan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

"Lu kira-kira berani gak? Kita lawan aja nyok," tutur Mandra menirukan ajakan Benyamin saat itu.

Benyamin, kata Mandra, yang pertama kali punya inisiatif untuk melawan protokol pengamanan tersebut.

Dia mengatakan bahwa meski dirinya takut diborgol karena melawan tetapi mau enggak mau mengikuti inisiatif Benyamin.

"Tapi bareng ya, daripada gua diborgol dia (Benyamin) kaga," tuturnya.

Selain itu, menurut Mandra, selama dia dan Benyamin pentas di atas panggung, di sekeliling ruangan terlihat pengawal Presiden melotot memperhatikannya.

"Di ujung-ujung kumisnya gede-gede banget (pengawal) itu melototin kita aja, enggak ketawa pisan. Lagi melototin kita aja," ceritanya.

Mandra mengaku dirinya takut, bahkan selama pentas ia dan Benyamin selalu menunduk, tidak berani melihat ke arah pengawal Presiden tersebut.

"Itu yang namanya almarhum (Benyamin) baru kita ngelawak berdua sama-sama nunduk," kenang Mandra.

Ketika itu, menurut Mandra, Benyamin menyanyikan lagu "Ondel-Ondel", saat itu ia disuruh memberikan mic kepada Bu Tien agar ikut bernyanyi juga.

Namun, Mandra menolaknya karena ia merasa takut. "Kita megang mic satu, disuruh angsrongin ke Ibu Tien. Lah, gua mau digamparin, ogah. Lah kaga dah," ungkapnya.

Singkat cerita, akhirnya Benyamin sendiri yang memberikan mic kepada Ibu Tien untuk ikut bernyanyi.

"Akhirnya apa? Dia (Benyamin) yang deketin. Ibu Tien mau bangun, nyokk (sautan dalam lagu ondel-ondel). Buahhilah.. itu yang lain pada tepuk tangan," cerita Mandra.