Jejak Prof Nana: Dari Kalumpang Menuju Kandidat Rektor USN Kolaka 2026-2030

Jejak Prof Nana: Dari Kalumpang Menuju Kandidat Rektor USN Kolaka 2026-2030

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Kendari — Di sebuah desa sederhana bernama Kalumpang, Kabupaten Bulukumba, perjalanan panjang seorang anak bangsa dimulai. Lahir pada 8 Agustus 1968, Prof. Dr. Rosnawintang, S.E., M.Si tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan nilai kerja keras dan pendidikan sebagai jalan perubahan hidup.

Kini, puluhan tahun berselang, nama itu hadir dalam pusaran penting dunia akademik Sulawesi Tenggara.

Ia resmi mengikuti kontestasi pemilihan Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka periode 2026–2030—sebuah langkah yang bukan sekadar ambisi, tetapi refleksi dari perjalanan panjang yang ia tempuh.

Dari Bontotiro ke Dunia Akademik

Masa kecil Rosnawintang dihabiskan di Bontotiro, Bulukumba. Dari bangku SD hingga SMP, ia dikenal sebagai sosok tekun dan haus ilmu.

Perjalanannya berlanjut ke SMA Negeri Mandonga Kendari (kini dikenal sebagai SMAN 4 Kendari), tempat ia mulai menapaki mimpi yang lebih besar.

Langkah itu membawanya ke Universitas Halu Oleo, tempat ia menamatkan studi sarjana di Fakultas Ekonomi. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan pendidikan magister di Universitas Padjadjaran, hingga meraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya.

Pendidikan baginya bukan sekadar gelar, melainkan alat untuk memahami realitas dan menciptakan perubahan.

Akademisi yang Tumbuh Bersama Pengabdian

Di lingkungan kampus, Prof. Rosnawintang bukan sosok yang asing dengan tanggung jawab. Ia pernah menjabat Ketua Program Studi, Ketua Jurusan, hingga Koordinator Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana UHO.

Namun, kiprahnya tak hanya berhenti di ruang kelas dan birokrasi kampus. Ia aktif dalam berbagai organisasi profesi seperti Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dan Asosiasi Program Studi Ekonomi Pembangunan Indonesia (APSEPI).

Di tengah masyarakat, ia mengambil peran sebagai Ketua Bidang UMKM BPW KKSS Sulawesi Tenggara serta Ketua Umum DPD Kerukunan Masyarakat Bulukumba Kota Kendari. Baginya, ilmu harus hadir di tengah masyarakat bukan hanya tersimpan di ruang akademik.

Menghubungkan Kampus dan Realitas