Penutupan Piala Presiden 2025 Meriah, Catat Laba Rp16 Miliar dan Raih Opini WTP

Penutupan Piala Presiden 2025 Meriah, Catat Laba Rp16 Miliar dan Raih Opini WTP

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta — Penutupan Piala Presiden 2025 berlangsung meriah dan penuh energi pada Minggu (12/4) malam. Acara puncak turnamen pramusim bergengsi ini digelar di Studio 8 SCTV Tower, Senayan City, Jakarta.

Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut disiarkan secara langsung melalui sejumlah platform nasional, seperti Indosiar, Vidio, serta kanal resmi PSSI.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Ketua Steering Committee Piala Presiden Maruarar Sirait.

Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen tersebut.

“Ini keberhasilan bersama sebuah tim yang bekerja keras selama beberapa bulan. Saya berterima kasih kepada PSSI, Emtek, sponsor, dan rekan media yang mendukung Piala Presiden 2025 hingga berjalan dengan lancar dan sukses,” ujarnya.

Dari sisi keuangan, penyelenggaraan turnamen ini mencatat hasil positif dengan laba bersih mencapai Rp16 miliar.

Audit yang dilakukan oleh PricewaterhouseCoopers menghasilkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), menegaskan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Menurut Maruarar, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh ekosistem sepak bola nasional.

“Tanpa dukungan semua pihak, kita tidak bisa mendapatkan penilaian WTP. Kepercayaan dari ekosistem sepak bola Indonesia sangat penting untuk kesuksesan Piala Presiden,” tambahnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi media, panitia juga memberikan penghargaan dengan total nilai Rp210 juta.

Rinciannya, juara pertama memperoleh Rp15 juta, runner-up Rp10 juta, peringkat ketiga Rp7 juta, serta dua pemenang harapan masing-masing Rp5 juta.

Malam penutupan semakin semarak dengan penampilan Faris Adam, Tasya DA7, dan Valen DA7 yang membawakan lagu khas Indonesia Timur, “Stecu-Stecu” dan “Tabola-Bale”, dan sukses membakar antusiasme penonton.

Penutupan ini menegaskan posisi Piala Presiden sebagai ajang strategis dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.