Transformasi ini diperkuat oleh digitalisasi melalui BNIdirect dan wondr by BNI yang telah memiliki lebih dari 13 juta pengguna.
Platform ini berkontribusi pada peningkatan transaksi serta penghimpunan dana ritel dan korporasi.
Permodalan Diperkuat, Ekspansi Dijaga
Untuk mendukung ekspansi berkelanjutan, BNI menerbitkan instrumen Additional Tier-1 (AT1) sebesar USD700 juta atau setara Rp11,9 triliun pada April 2026. Instrumen ini mendapat respons positif dengan oversubscribe hingga 3,6 kali.
Langkah ini memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas BNI dalam mengantisipasi risiko global.
Dukung Ekonomi Nasional dan UMKM
Sebagai bank BUMN, BNI terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.
Dukungan difokuskan pada sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, serta penguatan UMKM dan ekonomi desa.
BNI juga berperan dalam digitalisasi program pemerintah, termasuk melalui layanan transaksi digital dan penguatan ekosistem keuangan berbasis Agen46.
Komitmen Keberlanjutan
Direktur Risk Management BNI, David Pirzada, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong pembiayaan berkelanjutan dan penerapan prinsip ESG.
“BNI terus memperluas pembiayaan hijau sebagai bagian dari kontribusi menuju ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.














