Di Tengah Tantangan, Adira Tetap Catat Pertumbuhan Laba Bersih 26 Persen pada 1Q26

Di Tengah Tantangan, Adira Tetap Catat Pertumbuhan Laba Bersih 26 Persen pada 1Q26

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar - Mengawali tahun 2026, tekanan terhadap perekonomian global meningkat seiring eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dan mengganggu rantai pasok perdagangan.

Sejalan dengan kondisi tersebut, International Monetary Fund (IMF) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi 3,1%, turun dari sebelumnya 3,3%.

Perkembangan ini berpotensi menekan perekonomian domestik, terutama melalui peningkatan inflasi akibat imported inflation serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dapat memengaruhi stabilitas sektor keuangan dan daya beli masyarakat.

Meski demikian, perekonomian Indonesia pada kuartal I-2026 diproyeksikan tetap tumbuh sekitar 5,5%, didukung oleh permintaan domestik yang kuat.

Di tengah dinamika tersebut, industri otomotif nasional masih mencatatkan pertumbuhan moderat. Penjualan sepeda motor baru ritel tumbuh 8% menjadi 1,7 juta unit, sementara penjualan mobil baru ritel hanya meningkat tipis 1% menjadi 212 ribu unit, seiring melemahnya permintaan di segmen mobil penumpang.

Pembiayaan Tumbuh Positif di Tengah Moderasi Industri

Di tengah pertumbuhan industri otomotif yang terbatas, Adira Finance berhasil mencatatkan kinerja pembiayaan yang solid. Sepanjang kuartal I-2026, penyaluran pembiayaan baru tumbuh signifikan sebesar 52% (yoy) menjadi Rp11,9 triliun, dengan kontribusi dari seluruh segmen, baik otomotif maupun non-otomotif.

Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan efektivitas strategi Perseroan dalam menangkap peluang pasar secara selektif dengan fokus pada pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, piutang pembiayaan meningkat 18% (yoy) menjadi Rp64,7 triliun. Perusahaan juga terus memperluas jangkauan operasional dengan mengoperasikan 879 jaringan usaha (termasuk cabang dan satelit) di seluruh Indonesia.

Jumlah pelanggan aktif turut meningkat dari 2,0 juta nasabah pada 1Q25 menjadi 2,6 juta nasabah pada 1Q26.

Profitabilitas Meningkat, Kualitas Aset Tetap Terjaga

Dari sisi keuangan, kinerja Perusahaan pada kuartal I-2026 tetap solid. Total pendapatan meningkat 7% (yoy) menjadi Rp3,2 triliun, seiring pertumbuhan aset yang dikelola.