Di Tengah Tantangan, Adira Tetap Catat Pertumbuhan Laba Bersih 26 Persen pada 1Q26

Di Tengah Tantangan, Adira Tetap Catat Pertumbuhan Laba Bersih 26 Persen pada 1Q26

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sementara itu, beban penyisihan penurunan nilai menurun 7% (yoy) menjadi sekitar Rp635 miliar, mencerminkan pengelolaan risiko yang disiplin serta kualitas portofolio yang terjaga.

Meskipun beban usaha mengalami peningkatan, pertumbuhannya tetap terkendali. Hal ini mendorong laba bersih Perusahaan tumbuh 26% (yoy) menjadi Rp484 miliar.

Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa, menyatakan bahwa kinerja tersebut mencerminkan keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pengelolaan risiko yang prudent.

Kualitas aset yang tetap terjaga tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross konsolidasian yang membaik menjadi 1,9% pada Maret 2026, dibandingkan 2,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Ke depan, Perusahaan akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan kualitas portofolio, peningkatan hubungan dengan pelanggan dan mitra bisnis, peningkatan produktivitas di seluruh lini, serta disiplin biaya guna mempertahankan profitabilitas dan memperkuat daya tahan usaha.