Dari total 2.231 kilogram sampah yang dikelola, sebanyak 51 persen berhasil didaur ulang menjadi material baru, 1 persen diolah menjadi kompos dan pakan ternak, sementara 48 persen dimanfaatkan sebagai RDF.
Melalui pengelolaan tersebut, perusahaan berhasil menghindari estimasi emisi karbon sekitar 4.100 kilogram CO2e.
Selain itu, XLSMART juga menghadirkan fasilitas E-Waste Drop Box bekerja sama dengan Remind untuk mengajak pengunjung mendonasikan perangkat elektronik bekas seperti telepon seluler, charger, kabel, baterai, hingga laptop.
Dari program tersebut, terkumpul sekitar 31 kilogram e-waste yang terdiri dari 22 jenis perangkat elektronik.
Sampah elektronik yang terkumpul didominasi kabel, charger, dan aksesori elektronik kecil dengan estimasi reduksi emisi mencapai 77,43 kilogram CO2e.
Untuk meningkatkan kesadaran terhadap dampak aktivitas harian terhadap lingkungan, XLSMART juga berkolaborasi dengan Jejakin menghadirkan carbon calculator.
Melalui fasilitas ini, pengunjung dapat menghitung emisi karbon dari aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi dan penggunaan energi, serta berpartisipasi dalam aksi offset karbon.
Sebanyak 189 partisipan tercatat mengikuti penghitungan emisi karbon melalui fasilitas tersebut.
Dari jumlah itu, 54,5 persen melanjutkan aksi offset karbon melalui dukungan program penanaman pohon. Total emisi yang terukur mencapai 2,4 ton CO2e atau setara kebutuhan penanaman sekitar 249 pohon mangrove.
Merza menambahkan, hasil yang dicatat dari penyelenggaraan XLSMART DAY menjadi fondasi penting bagi perusahaan dalam mengembangkan standar event berkelanjutan yang lebih terukur dan dapat direplikasi di masa mendatang.















