Terkini, Jakarta — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mulai menyiapkan langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan sektor pariwisata nasional menghadapi berbagai tantangan global pada 2026.
Perubahan perilaku wisatawan, ketidakpastian geopolitik dunia, hingga dampak perubahan iklim menjadi perhatian utama pemerintah dalam menyusun arah kebijakan pariwisata ke depan.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan dunia pariwisata saat ini menghadapi dinamika yang semakin kompleks.
Menurutnya, terdapat tiga tantangan besar yang diperkirakan akan memengaruhi industri pariwisata nasional sepanjang 2026.
“Tantangan tersebut meliputi dinamika geopolitik global, perubahan perilaku wisatawan, dan dampak perubahan iklim,” ujar Widiyanti dalam Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata di Jakarta, Rabu lalu.
Ia menjelaskan, konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar dinilai dapat memengaruhi arus kunjungan wisatawan mancanegara serta berdampak terhadap penerimaan devisa sektor pariwisata.
Selain faktor geopolitik, perubahan pola perjalanan wisatawan juga menjadi perhatian pemerintah.
Perkembangan teknologi digital disebut membuat wisatawan kini lebih selektif dalam menentukan destinasi dan pengalaman liburan.
Menurut Widiyanti, wisatawan modern tidak lagi hanya mencari perjalanan biasa, melainkan pengalaman yang lebih personal, autentik, dan berkualitas.
“Wisata berkualitas tidak lagi semata-mata berfokus pada kuantitas wisatawan, tetapi juga kualitasnya, yakni wisatawan dengan tingkat pengeluaran yang lebih tinggi,” katanya.














