Di sisi lain, perubahan iklim turut menjadi tantangan serius bagi sektor pariwisata. Cuaca yang sulit diprediksi hingga meningkatnya potensi bencana alam dinilai dapat memengaruhi aktivitas wisata di berbagai daerah.
Tidak hanya itu, pelaku usaha wisata di dalam negeri juga masih menghadapi tantangan lain seperti perubahan model bisnis, keterbatasan infrastruktur, serta isu keselamatan destinasi wisata.
Lima Program Strategis Pariwisata
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemenpar menyiapkan lima program strategis yang selaras dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kelima program tersebut meliputi peningkatan keselamatan wisata, pengembangan desa wisata, penguatan pariwisata berkualitas, program Event by Indonesia, serta pengembangan Tourism 5.0.
Program keselamatan wisata akan difokuskan pada pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku usaha wisata guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai risiko di lapangan.
Sementara itu, pengembangan desa wisata akan diperkuat melalui program sertifikasi desa wisata atau Sertidewi, termasuk sertifikasi halal bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Kemenpar juga mulai mendorong pengembangan wisata minat khusus seperti wisata gastronomi, wisata bahari, wellness tourism, wastra, hingga seni dan budaya sebagai daya tarik baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Di sektor promosi, program Event by Indonesia akan memperkuat penyelenggaraan berbagai event daerah melalui Karisma Event Nusantara (KEN) guna memperkenalkan identitas budaya Indonesia secara lebih luas.
Adapun konsep Tourism 5.0 disiapkan untuk menjawab kebutuhan wisatawan modern yang menginginkan layanan wisata serba praktis, cepat, dan personal berbasis teknologi digital.














