Ia menegaskan bahwa perpecahan menjadi salah satu penyebab lemahnya posisi umat Islam dalam membela masyarakat tertindas, termasuk rakyat Palestina.
“Bersatu bukan berarti seragam. Umat ini beragam bangsa, ras, etnis, dan pemahaman. Namun kita menyembah Tuhan yang sama, mengikuti nabi yang sama, dan berkiblat pada arah yang sama,” ujarnya.
Menurutnya, umat Islam harus mampu menjadi khaira ummah dan ummatan wasathan, yakni umat terbaik dan penengah yang hadir membawa solusi bagi peradaban dunia.
Ajak Umat Lakukan Perubahan Diri
Menutup khutbahnya, Shamsi Ali mengingatkan pentingnya perubahan dimulai dari diri sendiri melalui introspeksi dan perbaikan moral.
Ia mengajak umat menghentikan slogan-slogan kosong atas nama agama tanpa diiringi tindakan nyata.
“Umat harus bangkit membawa perubahan melalui self-transformation dan self-correction,” pungkasnya.
Khutbah tersebut merupakan rangkuman ceramah Idul Adha yang disampaikan Shamsi Ali di Kota New York pada 27 Mei 2026.















