Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.
Arus Kas Tetap Kuat di Tengah Transformasi
Meski laba bersih mengalami tekanan akibat percepatan depresiasi yang dilakukan dalam program total governance reset, Telkom menegaskan bahwa dampak tersebut bersifat non-cash sehingga tidak memengaruhi kekuatan arus kas operasional perusahaan.
Sepanjang 2025, Telkom juga melanjutkan langkah penataan portofolio bisnis melalui pelepasan enam entitas non-inti (non-core business), termasuk penyelesaian divestasi AdMedika Group pada 2 Juni 2026.
Di sektor infrastruktur digital, proses spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia ditargetkan rampung pada kuartal III 2026.
Perseroan juga kembali membuka peluang kemitraan strategis pada bisnis pusat data (data center) guna memperkuat posisi di ekosistem digital nasional.
Selain itu, Telkom tengah menjalankan transformasi menuju model HoldCo–OpCo dengan sistem pelaporan berbasis segmen yang diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja perusahaan.
“Tahun ini kami mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur. Setiap langkah yang diambil diarahkan untuk membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global,” kata Dian.
Dewan Komisaris Berganti, Direksi Tetap
Dalam agenda RUPST, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan transformasi perusahaan dan dinamika industri digital.















