“Kami tidak anti-investasi, tetapi investasi harus menetes ke bawah, bukan hanya terkonsentrasi di atas. Negara harus memastikan bahwa UMKM tidak tersingkir, melainkan tumbuh bersama,” ujarnya.
DPD RI menilai keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari nilai realisasi investasi semata. Investasi harus mampu menciptakan nilai tambah bagi komoditas lokal, memperkuat UMKM, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, serta membuka akses ekonomi yang lebih adil bagi masyarakat.
Karena itu, Andi Waris Halid menegaskan perlunya kebijakan investasi nasional yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berpihak kepada rakyat agar pertumbuhan ekonomi yang dicapai benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Investasi tidak boleh hanya besar di angka, tapi kecil dampaknya bagi rakyat. Kita di Sulawesi Selatan melihat sendiri bagaimana petani, nelayan, dan pelaku UMKM masih berjuang tanpa dukungan hilirisasi yang memadai.”















