Akses Kredit UMKM Diperluas, Merek Kolektif Diusulkan Jadi Agunan

Akses Kredit UMKM Diperluas, Merek Kolektif Diusulkan Jadi Agunan

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta — Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong pemanfaatan merek kolektif sebagai jaminan kredit perbankan guna memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri peluncuran buku dan talkshow bertajuk “Penguatan Koperasi Merah Putih Melalui Produk Lokal Berbasis Merek Kolektif” karya Dewi Tenty Septi Artiany di Jakarta.

Menurut Ferry, merek kolektif tidak hanya berfungsi sebagai instrumen perlindungan produk lokal, tetapi juga merupakan aset kekayaan intelektual yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menjadi agunan kredit.

“Merek kolektif ini harus menjadi modal kekayaan intelektual yang bisa diajukan ke bank sebagai jaminan kucuran kredit. Kami sedang memperjuangkan hal ini bersama Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum agar dapat diakomodasi oleh perbankan nasional,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu dan anggota DPR RI Bambang Soesatyo.

Selain itu, Ferry juga memaparkan perkembangan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tengah berjalan.

Ia menyebutkan, pembangunan fisik koperasi desa telah mencapai sekitar 30 ribu unit, dengan sekitar 6 ribu unit di antaranya telah rampung dan siap dioperasikan.

“Sekitar 30 ribu unit sedang dalam tahap pembangunan, dan sekitar 6 ribu unit sudah selesai 100 persen,” katanya.

Lebih lanjut, KDKMP dirancang menjalankan lima fungsi utama, yakni distribusi barang bersubsidi, penyerapan hasil produksi masyarakat, penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran, penyediaan akses pembiayaan produktif, serta pengembangan pusat logistik dan pergudangan desa.

Program ini juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti mesin pascaproduksi, cold storage, klinik desa, dan apotek guna meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat desa.

Menutup sambutannya, Ferry memastikan produk UMKM lokal akan menjadi prioritas dalam jaringan gerai Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia.

“Jangan takut tidak laku. Kami akan memastikan produk UMKM lokal diprioritaskan di gerai koperasi desa. Pemerintah akan mendampingi, memfasilitasi, hingga membiayai produksinya agar kita berdaulat secara ekonomi,” tegasnya.