Terkini, Jakarta — Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop) memperkuat komitmennya dalam percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui pengembangan ekonomi berbasis desa.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pembentukan 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Agustus 2026.
Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, mengatakan program ini dirancang untuk menyasar kelompok masyarakat pada lapisan pengeluaran terbawah, yakni desil 1 hingga desil 4.
“Saat ini, jumlah penduduk dalam kategori kemiskinan ekstrem telah berkurang hingga sekitar 2,2 juta jiwa. Upaya ini akan terus kita percepat melalui penguatan intervensi di tingkat desa,” ujar Farida usai menghadiri rapat evaluasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 di Jakarta, Senin lalu.
Pemerintah menargetkan fokus penanganan pada 16.550 desa yang teridentifikasi sebagai kantong kemiskinan ekstrem.
Dalam pelaksanaannya, sinkronisasi data antara lokasi operasional koperasi dengan desa sasaran menjadi faktor kunci keberhasilan program.
“Kunci kesuksesan program ini terletak pada sinkronisasi data antara lokasi operasional KDKMP dengan titik desa pusat kemiskinan ekstrem,” jelasnya.
Selain menjadi penggerak ekonomi lokal, KDKMP juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat.
Sejumlah posisi pekerjaan telah disiapkan, mulai dari tenaga keamanan, pengemudi, penjaga toko, hingga asisten manajer.
Farida menegaskan, masyarakat yang belum memiliki keterampilan teknis tetap akan dilibatkan melalui program pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.















