“Kami memastikan masyarakat yang belum memenuhi kualifikasi akan mendapatkan pelatihan dan pendidikan agar mampu berpartisipasi aktif dalam operasional koperasi,” katanya.
Program ini diharapkan menjadi instrumen strategis dalam mencapai target nol persen kemiskinan ekstrem pada akhir 2026.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menyebut capaian penurunan kemiskinan ekstrem menunjukkan tren positif.
“Alhamdulillah, kemiskinan ekstrem berhasil turun dari 1,26 persen pada Maret 2024 menjadi 0,78 persen pada September 2025. Artinya, sekitar 0,48 persen penduduk miskin ekstrem telah naik kelas,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil dari intervensi terpadu pemerintah yang terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.















