Terkini, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis penyaluran kredit bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan terus meningkat pada 2026.
OJK memproyeksikan pembiayaan untuk sektor ini dapat tumbuh sekitar 7 hingga 9 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa penguatan pembiayaan UMKM menjadi salah satu fokus penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha kecil.
Hingga Januari 2026, total kredit UMKM tercatat mencapai sekitar Rp1.482,9 triliun atau sekitar 17,33 persen dari total kredit perbankan nasional.
Meski pertumbuhan kredit UMKM sempat melambat, OJK menilai kondisi tersebut masih dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global serta proses pemulihan usaha yang berlangsung secara bertahap.
Di sisi lain, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tren positif. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada awal 2026 tercatat di level 127, sementara indeks harga konsumen berada di angka 109,75, yang mencerminkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi.
OJK juga melihat momentum Ramadan dan Idulfitri berpotensi mendorong aktivitas ekonomi, terutama bagi sektor UMKM yang biasanya mengalami peningkatan permintaan selama periode tersebut.
Dengan berbagai kebijakan dukungan pembiayaan dan kondisi ekonomi yang membaik, OJK berharap sektor UMKM dapat terus tumbuh dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.














