Kemenpar Targetkan Devisa Pariwisata Hingga USD 28,6 Miliar pada 2027

Kemenpar Targetkan Devisa Pariwisata Hingga USD 28,6 Miliar pada 2027

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Peningkatan jumlah wisatawan dan belanja wisatawan tersebut diharapkan mampu menghasilkan devisa pariwisata sebesar 25,5 hingga 28,6 miliar dolar AS atau meningkat sekitar 16 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Selain itu, perjalanan wisatawan nusantara ditargetkan mencapai 1,28 miliar perjalanan, sementara sektor pariwisata diproyeksikan mampu menyerap hingga 27,33 juta tenaga kerja pada 2027.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional juga ditargetkan meningkat menjadi 4,7–4,8 persen. Adapun investasi pariwisata ditargetkan mencapai Rp71 triliun atau tumbuh sekitar 11,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Anggaran Menurun

Meski memiliki target yang cukup ambisius, Kementerian Pariwisata menghadapi tantangan berupa penurunan alokasi anggaran. Berdasarkan Surat Menteri Keuangan, pagu indikatif Kemenpar tahun 2027 ditetapkan sebesar Rp1,01 triliun atau turun sekitar 29,6 persen dibandingkan pagu tahun 2026.

Penurunan terbesar terjadi pada program pariwisata yang berkurang sekitar 65 persen dan program pendidikan serta vokasi yang turun sekitar 46 persen.

Meski demikian, Widiyanti menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak akan mengurangi komitmen pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata nasional.

“Terlepas dari keterbatasan anggaran yang tersedia, Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah anggaran memberikan dampak yang optimal bagi pembangunan sektor pariwisata,” katanya.

Menurut Kemenpar, keterbatasan anggaran berpotensi memengaruhi sejumlah program strategis seperti pembinaan SDM pariwisata, pengembangan desa wisata, promosi destinasi di pasar internasional, peningkatan investasi, penyelenggaraan event berskala global, hingga penguatan pendidikan vokasi pada enam Politeknik Pariwisata.

Desa Wisata Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal