Peresmian berlangsung pada 16 Juni 2026 dan dihadiri Wali Kota Batu Nurochman bersama jajaran VRI, PERWANTI, ACYA, dan Simply Wellness Indonesia.
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan bahwa pembangunan jembatan tersebut menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan masyarakat.
“Jembatan Curah Banteng bukan hanya bangunan fisik berupa beton dan baja, tetapi simbol gotong royong, kepedulian, dan kolaborasi yang mempertemukan banyak pihak demi menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat,” katanya.

Ketua Pembina VRI Letjen TNI (Purn) AM Putranto menjelaskan bahwa pembangunan kedua jembatan tersebut berawal dari kebutuhan masyarakat terhadap akses yang aman dan memadai.
Ia menuturkan bahwa Program 1.000 Jembatan lahir dari kepedulian terhadap banyak wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses transportasi dan konektivitas.
“Kehadiran kedua jembatan ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi ribuan warga yang selama ini membutuhkan akses yang lebih aman dan mudah,” ujar AM Putranto.
Sementara itu, Ketua Umum VRI Tedi Ixdiana menegaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian dari upaya membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Tujuan utama program ini adalah membuka akses bagi daerah-daerah yang masih terisolasi sehingga dapat meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dukungan terhadap pembangunan kedua jembatan tersebut diberikan oleh Abraham Rudy dan Helga Abraham melalui Simply Wellness Indonesia, PERWANTI, dan ACYA.
Keduanya menilai pembangunan infrastruktur dasar merupakan bentuk investasi sosial yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.















