Edukasi Menabung Melalui Media Poster dan Cerita dalam Membedakan Kebutuhan dan Keinginan Sejak Dini pada Anak PAUD Pelangi Sawangan Kota Depok

Edukasi Menabung Melalui Media Poster dan Cerita dalam Membedakan Kebutuhan dan Keinginan Sejak Dini pada Anak PAUD Pelangi Sawangan Kota Depok

A
Admin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, - Anak-anak usia dini seringkali belum mampu membedakan mana yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang sekadar diinginkan. Padahal, kebiasaan keuangan yang terbentuk sejak kecil dapat memengaruhi cara seseorang mengelola uang hingga dewasa. Oleh karena itu, literasi keuangan penting dikenalkan sejak dini sebagai fondasi dalam membentuk pola pikir dan perilaku finansial yang bijaksana. Rapih (2016) menyatakan bahwa pendidikan literasi keuangan sejak dini dapat membantu individu mengambil keputusan keuangan yang lebih baik di masa mendatang. Lebih dari sekadar pengetahuan, literasi keuangan juga berkontribusi dalam pembentukan karakter anak agar memiliki sikap tanggung jawab dalam menggunakan uang (Yuwono, 2021).

Pengenalan literasi keuangan pada anak usia dini memerlukan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak. Pada tahap usia ini, anak belum mampu memahami konsep yang bersifat abstrak sehingga materi perlu disampaikan secara konkret, sederhana, dan menyenangkan. Menurut Wahyudi dan Linawati (2021), penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini mampu meningkatkan pemahaman anak terhadap berbagai konsep dasar, termasuk konsep pengelolaan keuangan.

Apabila kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan tidak dikenalkan sejak dini, hal ini dapat mendorong perilaku konsumtif yang terbawa hingga dewasa. Putri dan Lestari (2019) menyatakan bahwa rendahnya literasi keuangan dapat memengaruhi perilaku seseorang dalam mengelola pengeluaran sehingga cenderung mengutamakan keinginan dibandingkan kebutuhan. Yushita (2017:13-14) juga menegaskan bahwa pengelolaan keuangan pribadi merupakan kompetensi dasar yang penting, dan kesulitan keuangan dapat terjadi apabila seseorang melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan sejak awal.

Media poster dan metode bercerita (storytelling) dipandang efektif untuk menjawab tantangan ini. Poster menyampaikan informasi melalui kombinasi gambar dan warna yang menarik, sementara cerita membungkus pesan moral dalam narasi yang dekat dengan kehidupan anak. Rangga Lawe et al. (2020) menyatakan bahwa metode bercerita mampu menyampaikan nilai-nilai positif melalui narasi yang dekat dengan kehidupan anak sehingga lebih mudah diterima dan diingat. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan ini dilaksanakan di PAUD Pelangi Sawangan Kota Depok dengan tujuan meningkatkan pemahaman anak usia dini mengenai pentingnya menabung serta kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan.

Metode Pelaksanaan

Kegiatan edukasi literasi keuangan ini dilaksanakan di PAUD Pelangi Sawangan Kota Depok dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan interaktif. Pendekatan tersebut dipilih karena memungkinkan anak-anak untuk terlibat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan sehingga proses penyampaian materi dapat berlangsung secara lebih efektif dan menyenangkan. Sasaran kegiatan adalah anak-anak usia dini yang mengikuti proses pembelajaran di PAUD Pelangi Sawangan Kota Depok.

Pelaksanaan kegiatan terdiri dari lima tahap:

  1. Observasi awal: dilakukan melalui interaksi langsung dan pertanyaan sederhana yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif anak untuk mengetahui pemahaman awal mereka terkait pengenalan uang, kebiasaan menabung, serta kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan. Observasi dilakukan dalam suasana yang santai agar anak merasa nyaman selama proses berlangsung. Hasil observasi ini kemudian dijadikan dasar untuk menentukan strategi penyampaian materi yang sesuai.
  2. Penyampaian materi via poster: poster dirancang dengan tampilan visual yang menarik melalui penggunaan gambar, warna, dan ilustrasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Materi yang disajikan memuat berbagai contoh kebutuhan dan keinginan yang sering dijumpai anak dalam lingkungan keluarga maupun sekitar. Penggunaan poster bertujuan membantu anak memahami konsep secara lebih konkret melalui rangsangan visual yang menarik perhatian mereka.
  3. Storytellingcerita yang disampaikan mengangkat kisah sederhana yang berkaitan dengan pentingnya menabung, penggunaan uang secara bijaksana, serta kemampuan menentukan prioritas antara kebutuhan dan keinginan. Materi dikemas dalam bentuk narasi yang menarik, komunikatif, dan dekat dengan pengalaman anak sehari-hari. Metode ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya ingat anak terhadap materi yang telah disampaikan.
  4. Tanya jawab dan diskusi: anak- diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan sederhana, menyampaikan pendapat, serta menceritakan pengalaman mereka yang berkaitan dengan penggunaan uang dan kebiasaan menabung. Interaksi pada sesi ini sekaligus menjadi indikator untuk mengukur tingkat pemahaman anak terhadap konsep kebutuhan, keinginan, dan pentingnya menabung.
  5. Simulasi sederhana: anak diminta memilih barang-barang yang harus diprioritaskan ketika memiliki jumlah uang yang terbatas. Melalui simulasi ini, anak dapat memahami konsep prioritas secara lebih nyata karena terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan sederhana.

Hasil dan Pembahasan

Pemahaman Awal Anak terhadap Kebutuhan dan Keinginan