Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar anak belum mampu membedakan secara jelas antara kebutuhan dan keinginan. Ketika diperlihatkan berbagai gambar seperti makanan, alat tulis, mainan, dan jajanan, sebagian besar anak memilih seluruh gambar tersebut tanpa mempertimbangkan tingkat prioritasnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa konsep kebutuhan dan keinginan masih perlu diperkenalkan secara lebih mendalam kepada anak usia dini.

Penggunaan Media Poster dalam Pembelajaran
Media poster yang digunakan selama kegiatan berhasil menarik perhatian anak-anak. Warna yang cerah dan gambar yang familiar membuat anak lebih fokus saat menerima materi. Menurut Wahyudi dan Linawati (2021), media visual dapat membantu anak usia dini memahami konsep pembelajaran secara lebih mudah karena mampu merangsang perhatian dan daya ingat anak. Melalui poster, anak mulai mengenali contoh kebutuhan seperti makanan, minuman, buku, dan seragam sekolah, serta contoh keinginan seperti mainan baru atau jajanan yang tidak terlalu penting.

Peran Storytelling dalam Menanamkan Literasi Keuangan
Selain poster, metode storytelling memberikan kontribusi yang besar dalam proses pembelajaran. Cerita yang disampaikan mengenai tokoh anak yang belajar menabung dan menentukan prioritas kebutuhan mampu menarik minat anak untuk mengikuti kegiatan hingga selesai. Rangga Lawe et al. (2020) menjelaskan bahwa media cerita merupakan sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai positif karena anak dapat memahami pesan yang disampaikan melalui tokoh dan alur cerita yang dekat dengan kehidupan mereka.
Peningkatan Pemahaman dan Kesadaran Menabung
Setelah mengikuti kegiatan, anak-anak mulai menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan. Pada sesi tanya jawab, sebagian besar anak mampu menyebutkan contoh kebutuhan dan keinginan dengan benar dan memahami bahwa kebutuhan harus didahulukan dibandingkan keinginan. Anak-anak juga menunjukkan ketertarikan terhadap kegiatan menabung sebagai cara menyisihkan uang untuk masa mendatang. Hasil ini sejalan dengan pendapat Rapih (2016) yang menyatakan bahwa pendidikan literasi keuangan sejak dini dapat membantu membentuk perilaku keuangan yang lebih baik di masa depan.
Respons Anak-anak terhadap Kegiatan
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak menunjukkan respons yang sangat positif. Mereka aktif memperhatikan materi, menjawab pertanyaan, serta berpartisipasi dalam simulasi sederhana. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi keuangan pada anak usia dini dapat diajarkan secara efektif melalui metode yang sederhana dan menyenangkan. Pembiasaan secara berkelanjutan akan membantu membentuk karakter anak yang hemat, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menggunakan uang (Yuwono, 2021).

Kesimpulan















