Melalui pertemuan bisnis tersebut, para UKM Indonesia menjajaki peluang transaksi ekspor baru, membangun kerja sama distribusi, serta memperluas penetrasi produk Indonesia di pasar Korea Selatan.
Keikutsertaan Indonesia dalam Korea Import Expo 2026 merupakan hasil sinergi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan Seoul, BNI Kantor Cabang Luar Negeri Seoul, dan BNI Xpora.
Iqbal menuturkan bahwa akses pasar internasional masih menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pelaku usaha nasional.
Selain mencari pembeli potensial, eksportir juga harus mampu memenuhi berbagai aspek pendukung, mulai dari kesiapan produk, jaringan distribusi, pembiayaan, hingga pemahaman terhadap mekanisme perdagangan internasional.
Karena itu, BNI Xpora terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, perwakilan Indonesia di luar negeri, asosiasi bisnis, serta mitra internasional guna membuka lebih banyak peluang bagi eksportir nasional.
Dukungan tersebut juga diperkuat melalui jaringan internasional BNI, termasuk Kantor Cabang Luar Negeri Seoul, yang menyediakan layanan transaksi perdagangan internasional dan pengelolaan transaksi digital melalui platform BNIdirect.
"BNI Xpora dirancang untuk membantu pelaku usaha Indonesia naik kelas melalui tiga pilar utama, yakni Go Productive, Go Digital, dan Go Global.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembiayaan, pendampingan, business matching, hingga akses ke pasar internasional," kata Iqbal.
Ia menambahkan, keikutsertaan BNI dalam berbagai pameran internasional merupakan implementasi semangat Swadharma Bhakti Nagara yang telah menjadi bagian dari perjalanan perseroan selama delapan dekade.
Semangat tersebut diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap pertumbuhan dunia usaha dan penguatan daya saing produk Indonesia di pasar global.















