PINTU Ungkap Tren Baru Investasi Digital, ETF Saham AS Jadi Incaran Investor Indonesia

PINTU Ungkap Tren Baru Investasi Digital, ETF Saham AS Jadi Incaran Investor Indonesia

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sementara itu, token ETF S&P 500 membukukan pertumbuhan volume perdagangan sebesar 74 persen dengan kenaikan jumlah trader aktif mencapai 160 persen.

Andy menilai tingginya pertumbuhan pada kedua instrumen tersebut menjadi sinyal bahwa investor Indonesia mulai mengutamakan strategi investasi yang lebih terdiversifikasi.

"Minat yang jauh lebih besar terhadap ETF indeks dibandingkan saham tunggal merupakan sinyal kematangan yang positif. Investor tidak lagi sekadar mengejar satu nama populer, melainkan mulai memanfaatkan tokenisasi untuk mendapatkan eksposur yang lebih terdiversifikasi terhadap pasar saham Amerika Serikat secara keseluruhan," katanya.

Ia menambahkan, PINTU akan terus memperluas pilihan instrumen ETF tertokenisasi agar semakin banyak masyarakat Indonesia dapat mengakses investasi global dengan modal yang terjangkau.

Selain ETF, sejumlah token berbasis saham perusahaan teknologi Amerika Serikat juga mencatat pertumbuhan yang signifikan selama kuartal II 2026.

Token saham Apple (AAPLX) menjadi salah satu aset dengan kenaikan volume perdagangan tertinggi, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan juga terjadi pada token saham Circle (CRCLX) sebesar 60 persen, Microsoft (MSFTX) sebesar 39 persen, serta Tokenized Silver yang naik 39 persen.

Menurut Andy, pertumbuhan pada berbagai sektor tersebut menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset RWA di platform PINTU semakin beragam dan tidak lagi hanya berfokus pada satu jenis aset.

"Tren kuartal ini menegaskan bahwa ketersediaan pilihan aset RWA yang beragam, didukung edukasi yang tepat, dapat mendorong adopsi RWA secara sehat. Namun, aset tertokenisasi tetap merupakan instrumen investasi yang memiliki risiko sehingga investor perlu memahami karakteristik, potensi imbal hasil, dan risiko masing-masing aset sebelum bertransaksi.

Ke depan, PINTU akan terus memperkenalkan, mengedukasi, dan memperluas ketersediaan pilihan RWA secara bertanggung jawab bagi investor dan trader di Indonesia," tutup Andy.