Special Screening Film Akal Imitasi Tuai Pujian, Angkat Peran Guru di Era Kecerdasan Buatan

Special Screening Film Akal Imitasi Tuai Pujian, Angkat Peran Guru di Era Kecerdasan Buatan

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

"Akal Imitasi kami dedikasikan sebagai kado Hari Anak Nasional. Kami berharap film ini diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia dan menjadi ruang refleksi bersama tentang masa depan pendidikan. Secanggih apa pun teknologi berkembang, peran guru dalam mendidik, membimbing, menanamkan nilai, dan membentuk karakter anak-anak tidak akan pernah tergantikan," ujar Liani.

Ia menilai perkembangan AI tidak semestinya dipandang sebagai ancaman, melainkan peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran apabila dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab.

Menurut Liani, pemutaran perdana di Jakarta menjadi langkah awal memperkenalkan pesan film kepada masyarakat sebelum dilakukan roadshow di berbagai daerah.

Setiap pemutaran akan dikemas bersama diskusi mengenai pendidikan, literasi digital, dan pemanfaatan AI secara etis.

DL Entertainment berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat menjadi ruang dialog antara dunia pendidikan, orang tua, pelajar, pemerintah, serta masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan.

Associated Producer Bagus Hariyanto menambahkan bahwa Akal Imitasi hadir dengan pendekatan yang berbeda dibanding film bertema kecerdasan buatan pada umumnya.

"Film ini menunjukkan bahwa AI dapat menjadi mitra pembelajaran yang bermanfaat apabila digunakan secara etis. Guru, orang tua, dan interaksi antarmanusia tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi masa depan," katanya.

Sinopsis

Akal Imitasi mengisahkan perubahan besar ketika teknologi kecerdasan buatan mulai masuk ke ruang-ruang kelas.

Kehadiran AI menghadirkan berbagai kemudahan dalam proses belajar mengajar, namun sekaligus memunculkan pertanyaan mendasar mengenai apakah teknologi mampu menggantikan sosok guru.

Melalui berbagai dinamika yang dialami guru, siswa, dan orang tua, film ini mengajak penonton memahami bahwa pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan akademik, tetapi juga empati, keteladanan, kasih sayang, dan nilai-nilai kehidupan yang hanya dapat ditanamkan melalui hubungan antarmanusia.